Subscribe

Antisipasi Kemarau Panjang 2026, Perumda Danum Taka PPU Siapkan Skema Subsidi Silang Air Bersih

2 minutes read

Penajam, nusaetamnews.com :  Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, bergerak taktis menyiapkan skema penanganan darurat air bersih. Langkah mitigasi ini diambil guna mengantisipasi penurunan debit air baku seiring adanya prediksi musim kemarau panjang yang berpotensi melanda wilayah tersebut pada tahun ini.

“Pemerintah kabupaten sudah pasang kuda-kuda untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat guna menghadapi potensi kemarau panjang,” tegas Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid, di Penajam, Jumat (12/06/2026).

Berdasarkan prakiraan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2026 diproyeksikan sudah dimulai sejak April lalu, dengan puncak kemarau yang diperkirakan bakal terjadi pada Oktober hingga November mendatang.

Andalkan Interkoneksi Jaringan Pipa Antarwilayah

Sebagai langkah konkret menghadapi ancaman kekeringan, Perumda Danum Taka telah mengunci satu strategi mitigasi utama, yaitu menerapkan sistem subsidi silang pasokan air antarwilayah.

“Skema yang kami siapkan adalah subsidi silang, karena ada beberapa titik wilayah yang pasokan air bakunya dikenal cukup stabil dan tidak pernah habis meskipun kemarau,” jelas Abdul Rasyid.

Secara teknis, penanganan darurat ini akan memanfaatkan interkoneksi jaringan pipa dari wilayah Kecamatan Waru untuk menyuplai jaringan di Kelurahan Petung, yang kemudian distribusinya akan diteruskan hingga ke wilayah Kecamatan Penajam. Namun, Rasyid mengakui eksekusi skema ini membutuhkan infrastruktur pendukung yang kuat.

“Skema interkoneksi ini nantinya memerlukan operasional pompa tambahan dengan kapasitas yang cukup besar,” tambahnya.

Update Kondisi Air Baku: Lawe-Lawe Aman, Sotek Mulai Menyusut

Mengenai kondisi real-time saat ini, Rasyid memaparkan bahwa pasokan air baku di Bendung Lawe-Lawe (Kecamatan Penajam) terpantau masih berada di zona aman. Hal ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan di kawasan hulu sepanjang satu pekan terakhir, sehingga kapasitas produksi mampu terjaga di angka 110 liter per detik.

Meski demikian, sinyal waspada mulai muncul di titik lain. Wilayah Sotek dilaporkan sudah mulai mengalami penurunan debit air baku secara perlahan.

“Untuk wilayah Sotek memang mulai menunjukkan penurunan debit air baku, kendati saat ini kapasitas produksinya masih mampu bertahan di angka 90 liter per detik,” ungkap Abdul Rasyid.

Lewat persiapan matang dan pemetaan jalur distribusi darurat ini, Pemkab PPU bersama Perumda Danum Taka berkomitmen untuk meminimalisir dampak krisis air bersih, sekaligus memastikan kebutuhan domestik warga maupun sektor usaha di sekitar wilayah penyangga IKN tetap terpenuhi secara berkelanjutan. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *