Subscribe

Genjot Sektor Terbarukan, Pemkab Berau Pacu Tiap Kampung Optimalkan Potensi Wisata dan Agrobisnis

2 minutes read

Berau, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tengah tancap gas melakukan transisi ekonomi makro. Pemkab Berau mulai menggeser ketergantungan dari sektor sumber daya alam (SDA) tak terbarukan (seperti pertambangan) menuju sektor terbarukan yang berkelanjutan, dengan fokus utama pada pariwisata dan pertanian dalam arti luas.

Untuk mengakselerasi transformasi tersebut, jajaran pemerintah kampung (desa) didesak untuk lebih jeli menggali dan mengoptimalkan keunggulan ekonomi di wilayah masing-masing.

“Seluruh kampung di Berau memiliki potensi unik dan berbeda yang sangat bisa dikembangkan. Mulai dari pertanian, pariwisata, hingga penggerak ekonomi kreatif lainnya yang bersifat terbarukan,” tegas Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, Jumat (12/06/2026).

Sri mewanti-wanti agar aset dan potensi lokal tersebut dikelola secara terarah, profesional, dan mengusung konsep keberlanjutan (sustainability) demi memberikan dampak instan pada kesejahteraan warga setempat.

Efek Labuan Cermin: Kunjungan Wisata Biduk-Biduk Melonjak Drastis

Sebagai bukti sukses, Sri mencontohkan performa impresif beberapa kampung di Kecamatan Biduk-Biduk. Sektor pariwisata di wilayah pesisir tersebut mencatatkan grafik pertumbuhan yang sangat signifikan berkat pembenahan objek wisata dan fasilitas pendukung.

Berdasarkan data performa sektor pariwisata Biduk-Biduk:

  • Tahun 2024: Tercatat sebanyak 23.440 kunjungan wisatawan.
  • Tahun 2025: Melonjak drastis hingga menyentuh angka 58.620 orang.

Lonjakan masif ini dipicu oleh optimalisasi destinasi star player seperti Danau Labuan Cermin serta masifnya peningkatan konektivitas dan aksesibilitas di sepanjang wilayah pesisir Berau.

Sektor Kelautan dan Produk Turunan Jadi Cuan Baru

Sebelumnya, saat melantik empat kepala kampung baru (Kampung Tasuk, Suaran, Sei Bebanir Bangun, dan Kampung Biduk-Biduk) awal pekan ini, Bupati Sri kembali mengingatkan pentingnya memanfaatkan local resources untuk mendongkrak ekonomi mikro.

“Penguatan kapasitas SDM, pengembangan ekonomi kreatif, serta pemanfaatan potensi lokal di sektor pertanian, pariwisata, dan kelautan adalah peluang besar untuk menaikkan kelas ekonomi masyarakat kampung,” jelas Sri.

Selain Danau Labuan Cermin, Biduk-Biduk juga sukses melakukan hilirisasi dengan mengembangkan produk turunan kelapa dalam. Produk ini dinilai berhasil menjadi sumber pendapatan baru (new revenue stream) yang berdampak langsung bagi warga.

Bupati Berau juga mengingatkan jajaran kepala kampung yang baru dilantik untuk mengimbangi inovasi ekonomi ini dengan tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Selain aktif dan kreatif berselancar melihat peluang ekonomi lokal, para kepala kampung wajib menjaga amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab serta integritas tinggi. Ingat, tanggung jawab ini tidak hanya kepada masyarakat, tapi juga kepada Tuhan,” pungkasnya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *