Subscribe

300 ‘Green Warrior’ Angkut 330 Kg Sampah di Masjid Negara IKN

2 minutes read

Penajam, nusaetamnews.com : Sebanyak 300 pejuang lingkungan (green warrior) turun ke jalan melakukan aksi kerja bakti massal (korve) di kawasan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Kecamatan Sepaku, Minggu (7/6). Aksi nyata dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini berhasil mengamankan sedikitnya 330 kilogram sampah.

Gerakan bersih-bersih ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret mendukung instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di seluruh penjuru tanah air.

“Korve dilaksanakan di kawasan Masjid Negara IKN dan berhasil mengumpulkan sampah 330 kilogram. Sampah yang terkumpul itu gambaran komitmen untuk selalu menjaga lingkungan dan kawasan IKN,” ujar Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, di Sepaku.

Lifestyle Baru: Sampah Dipilah dari Sumbernya

Guna mewujudkan ekosistem kota ramah lingkungan, OIKN kini menggenjot pengelolaan sampah yang sistematis. Sampah ratusan kilogram yang dipungut oleh para sukarelawan tersebut tidak langsung dibuang, melainkan langsung dipilah ke dalam tiga kategori:

  • Sampah Organik
  • Sampah Anorganik
  • Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Basuki menegaskan, kepedulian terhadap kebersihan dan pemilahan sampah saat ini telah diarahkan untuk menjadi lifestyle atau gaya hidup baru bagi seluruh penghuni ibu kota baru tersebut.

Kolaborasi Lintas Sektor demi Aksi Iklim

Aksi korve bertajuk gerakan peduli iklim ini diikuti oleh kolaborasi solid berbagai elemen masyarakat dan instansi di kawasan IKN. Mulai dari aparatur pemerintah desa dan daerah, sektor perbankan, perhotelan, perwakilan rumah sakit, sejumlah perusahaan swasta, hingga aparat keamanan.

Ratna Juwita, seorang green warrior asal Desa Pemaluan, Sepaku, mengungkapkan bahwa aksi di sekitar Masjid Negara ini menjadi ruang bersama untuk menyadarkan publik bahwa lingkungan yang sehat dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari.

Senada dengan Ratna, Raehan Amsyah dari RS Hermina Nusantara menambahkan bahwa aksi ini menjadi bukti otentik bahwa menjaga kelestarian IKN tidak bisa dilakukan secara instan ataupun sendirian. Dibutuhkan kerja sama kolektif dan komitmen jangka panjang dari semua pihak yang beraktivitas di Nusantara. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *