Subscribe

Tidak Ada Kata Terlambat untuk Belajar, Negara Buka Kesempatan Kedua bagi Warga Kaltim

3 minutes read

Balikpapan – Di tengah tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju era Ibu Kota Nusantara (IKN), pemerintah menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya milik mereka yang berada di bangku sekolah. Negara juga membuka kesempatan bagi warga yang pernah putus sekolah untuk kembali menata masa depan melalui jalur pendidikan nonformal.

Pesan itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr Abdul Mu’ti saat bersama Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balikpapan Tengah, Jumat (5/6/2026).

Pembangunan gedung berukuran 8 x 24 meter dengan dukungan anggaran APBN sebesar Rp1,1 miliar tersebut bukan sekadar proyek fisik. Lebih dari itu, pembangunan SKB menjadi simbol hadirnya negara untuk memastikan kesempatan belajar tidak berhenti karena usia, kondisi ekonomi, maupun kegagalan menuntaskan pendidikan formal.

“Ini contoh SKB yang sangat baik dan diminati masyarakat. Banyak alumninya yang berhasil setelah menyelesaikan program kesetaraan di sini,” kata Abdul Mu’ti.

Menurutnya, pendidikan tidak boleh dipersempit hanya pada ruang kelas sekolah formal. Jalur nonformal dan informal memiliki peran yang sama penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, pemerintah terus memperkuat layanan pendidikan yang tersedia untuk semua, mudah diakses, dan terjangkau. Dengan prinsip tersebut, tidak ada warga negara yang kehilangan haknya untuk belajar.
SKB Balikpapan Tengah saat ini melayani sekitar 800 peserta didik melalui Program Paket A, Paket B, Paket C hingga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Lembaga ini menjadi ruang kedua bagi masyarakat yang ingin memperoleh ijazah kesetaraan sekaligus meningkatkan kompetensi diri.
Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan pembangunan SKB menunjukkan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas akses pendidikan di Kalimantan Timur.
Menurut Rudy, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan sekolah formal. Daerah membutuhkan ruang belajar yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sebelumnya terputus dari sistem pendidikan.

“Ini bukti nyata dukungan Presiden Prabowo untuk pendidikan di Kaltim. Bukan hanya pendidikan formal, tetapi pendidikan untuk semua. Pokoknya, tiada hari tanpa belajar. Kita harus terus belajar,” tegas Rudy.
Pernyataan itu sejalan dengan pesan yang ditinggalkan Abdul Mu’ti dan Rudy Mas’ud pada dinding khusus seusai peletakan batu pertama. Keduanya menuliskan semangat yang sama, tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Di tengah persaingan yang semakin ketat dan kebutuhan SDM unggul di kawasan penyangga IKN, pembangunan SKB Balikpapan Tengah menjadi penegasan bahwa pendidikan bukan sekadar urusan anak sekolah. Pendidikan adalah hak setiap warga negara sepanjang hayat.

Ketika banyak daerah berlomba membangun gedung dan infrastruktur, Kalimantan Timur juga sedang membangun sesuatu yang lebih mendasar. Membuka kembali harapan bagi mereka yang ingin mendapatkan kesempatan kedua melalui pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *