Subscribe

Air Mata di Tepian Mahakam, Pesta Pora di Tanah Pasundan

3 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Garis finis itu akhirnya menyisakan dua rasa yang bertolak belakang. Di satu sisi, ada gemuruh suka cita yang membubung dari Kota Kembang, namun di sudut lain, ada keheningan mendalam yang menyelimuti Stadion Segiri, Samarinda. Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League musim 2025/2026, resmi menutup tirainya dengan sebuah akhir yang menguras emosi.

Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung sama-sama berdiri di puncak menara dengan raihan 79 poin. Namun, takdir dan regulasi head-to-head berkata lain: trofi juara terbang ke Bandung, sementara Pesut Etam harus puas menyandang gelar runner-up yang terhormat.

Bentrokan Dua Filosofi: Tombak Tajam vs Perisai Baja

Musim ini akan dikenang sebagai pertempuran epik antara dua mazhab sepak bola yang berbeda. Borneo FC menjelma menjadi mesin gol yang mengerikan sepanjang musim. Dengan torehan 74 gol, anak-asuh Pesut Etam adalah tim paling produktif di liga. Gaya menyerang yang agresif berhasil menghibur publik Samarinda sekaligus meneror setiap lini pertahanan lawan yang datang berkunjung.

Namun, Persib Bandung di bawah komando dirigen lapangan Thom Haye membawa formula yang berbeda: Pertahanan adalah penyerangan terbaik.

Maung Bandung mengunci gelar juara lewat catatan superior:

  • 18 pertandingan tanpa kebobolan (clean sheet).
  • Hanya kebobolan 22 gol dari 34 laga.
  • Menjadi satu-satunya tim yang tidak terkalahkan di kandang sepanjang musim.

Ketika produktivitas gol Borneo FC bertemu dengan kedisiplinan taktis Persib, keunggulan head-to-head yang memihak klub asal Jawa Barat tersebut akhirnya menjadi pembeda tipis yang memisahkan sang juara dan peringkat kedua. Kendati demikian, kedua tim ini sukses mengamankan tiket bergengsi untuk menjadi wakil Indonesia di ajang Champions League Asia musim depan.

Peta Persaingan: Kejutan Lampung hingga Tangis di Solo

Di bawah kepungan dua raksasa, Persija Jakarta sukses mengunci peringkat ketiga dengan 68 poin, diikuti oleh Persebaya Surabaya di posisi keempat.

Kejutan terbesar musim ini datang dari Bhayangkara Presisi Lampung. Sempat terseok-seok dan akrab dengan zona papan bawah di pertengahan musim, mereka melakukan comeback luar biasa untuk merangkak naik dan finis di peringkat kelima ($53$ poin), unggul head-to-head dari Malut United yang mengemas poin sama.

Namun, sepak bola selalu menyisakan sisi kejamnya. Jika Samarinda menangisi kegagalan juara yang sudah di depan mata, Kota Solo harus menangis karena alasan yang lebih getir. Persis Solo resmi terlempar dari kompetisi kasta tertinggi setelah finis di peringkat ke-16 dengan 34 poin—kalah selisih gol dari PSM Makassar. Laskar Sambernyawa menyusul Semen Padang dan PSBS Biak yang sudah lebih dulu dipastikan turun kasta ke Liga 2.

Klasemen Akhir Super League 2025/2026

Berikut adalah tabel akhir perjuangan 18 tim yang telah memeras keringat sepanjang musim ini:

Peringkat Klub Main Menang Seri Kalah Gol : Bobol Poin Status
1 Persib Bandung 34 24 7 3 59 : 22 79 Juara / Champions League Asia
2 Borneo FC 34 25 4 5 74 : 31 79 Champions League Asia
3 Persija Jakarta 34 21 5 8 62 : 29 68
4 Persebaya Surabaya 34 16 10 8 58 : 35 58
5 Bhayangkara Presisi 34 16 5 13 53 : 45 53
6 Malut United 34 15 8 11 68 : 53 53
7 Dewa United 34 16 5 13 53 : 44 53
8 Bali United 34 14 9 11 57 : 48 51
9 Arema FC 34 13 9 12 53 : 47 48
10 Persita Tangerang 34 13 6 15 38 : 37 45
11 PSIM Yogyakarta 34 11 12 11 45 : 44 45
12 Persik Kediri 34 11 6 17 39 : 61 39
13 Persijap Jepara 34 9 9 16 36 : 45 36
14 Madura United 34 9 8 17 35 : 54 35
15 PSM Makassar 34 8 10 16 34 : 49 34
16 Persis Solo 34 8 10 16 39 : 59 34 Degradasi ke Liga 2
17 Semen Padang 34 5 5 23 20 : 62 20 Degradasi ke Liga 2
18 PSBS Biak 34 4 6 24 18 : 31 18 Degradasi ke Liga 2

Musim 2025/2026 telah usai dengan segala dramanya. Bagi Borneo FC, kegagalan menyakitkan ini justru menjadi bahan bakar baru untuk menguasai Asia musim depan. Samarinda boleh saja kehilangan trofi domestik hari ini, namun fondasi sepak bola modern yang mereka bangun di Kalimantan Timur telah menegaskan bahwa mereka adalah kekuatan yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *