Proyeksi 174 Dapur Gizi di Akhir 2026, Bupati Kukar: Makan Bergizi Gratis Gak Cuma Bikin Sehat, Tapi Dongkrak Ekonomi Lokal!
Tenggarong, nusaetamnews.com : Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tampaknya nggak main-main nih, guys. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan kalau program ini adalah langkah konkret pemerintah untuk mencetak generasi masa depan Bumi Etam yang cerdas, sehat, dan punya gizi seimbang.
Gak tanggung-tanggung, demi menyukseskan program ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan bakal membangun 174 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG sampai akhir tahun 2026 nanti!
“Pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan seluruh pihak terkait terus berupaya memastikan program gizi anak berjalan optimal di Kabupaten Kukar agar generasi bangsa tumbuh sehat dan cerdas,” ujar Aulia di Tenggarong, Jumat (15/5).
Progress Report: Sudah Ada 74 SPPG, Tembus Wilayah 3T dan Penyangga IKN
Penasaran gak sih sejauh mana progresnya sekarang? Saat ini, sudah ada 74 unit SPPG yang berdiri dan tersebar di 20 kecamatan di Kukar.
Biar lebih jelas, ini dia rincian status dapurnya per Mei 2026:
- 27 unit sudah beroperasi aktif (siap ngebul!).
- 35 unit sudah resmi mengantongi SK.
- 47 unit lagi masuk dalam proses verifikasi.
Kerennya lagi, sebaran dapur gizi ini gak cuma fokus di area perkotaan kayak Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Janan, atau Muara Jawa aja. Program ini juga menyasar kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), bahkan 10 unit SPPG di antaranya sengaja dibangun di kawasan 3T (terdepan, tertinggal, terluar) biar sasarannya makin merata.
Filosofi “Satu Piring Sejuta Harapan”
Baru-baru ini, Bupati Aulia juga meresmikan SPPG Bintang Kaltim di Kecamatan Sangasanga dengan mengusung tema yang emosional banget: “Satu Piring Sejuta Harapan”.
Lewat tema ini, sang bupati mengajak semua pihak untuk ikut mengawal proses yang terjadi di dalam dapur MBG. Tujuannya, biar operasional dapur bisa maksimal dan menu yang sampai ke piring anak-anak beneran punya gizi yang berkualitas tinggi. Kalau ada kendala di lapangan? Ya harus langsung dievaluasi bareng-bareng!
Sisi Lain: Petani dan Peternak Lokal Ikut Ketiban Rezeki
Nah, ini dia efek domino yang bikin program MBG makin juara. Konsep makan gratis ini ternyata didesain buat muter roda ekonomi arus bawah.
Bupati Aulia meminta agar seluruh kebutuhan bahan baku dapur SPPG—mulai dari sayur, daging, sampai ikan—wajib dibeli dari masyarakat sekitar. Artinya, para petani, peternak, pembudidaya ikan lokal, hingga Koperasi Merah Putih bakal dilibatkan langsung sebagai penyuplai utama.
Jadi, program ini gak cuma bikin anak-anak Kukar makin jenius, tapi juga bikin dompet warga lokal makin tebal. Double untung, kan? (ant/one)