Musrenbang RKPD 2027, Kaltim Genjot Peralihan Ekonomi Berbasis Nilai Tambah
SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan program unggulan Gratispol dan Jospol tetap menjadi prioritas pada tahun 2027. Kepastian itu disampaikan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat membuka Musrenbang RKPD 2027 di Pendopo Lamin Etam, Kamis (30/4/2026).
Menurut Gubernur, keberlanjutan kedua program tersebut merupakan bagian penting dalam mewujudkan visi pembangunan daerah menuju generasi emas. Ia menegaskan, pelaksanaan program tidak hanya dilanjutkan, tetapi juga akan diperkuat dengan perencanaan yang lebih terarah dan terukur.
“Program Gratispol dan Jospol akan terus berjalan dengan evaluasi berkelanjutan agar manfaatnya semakin tepat sasaran,” ujarnya.
Program Gratispol mencakup berbagai layanan langsung kepada masyarakat, mulai dari pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi, layanan kesehatan, penanganan stunting, hingga bantuan seperti seragam sekolah, internet desa, administrasi kepemilikan rumah, dan perjalanan religi.
Sementara itu, Jospol difokuskan pada pembangunan sektor riil, terutama infrastruktur dan layanan publik. Sejumlah proyek strategis tetap dilanjutkan, seperti pembangunan jalan penghubung Tering–Ujoh Bilang, ruas Sotek–Bongan, akses Jembatan Nibung, hingga pembangunan sekolah unggulan dan rumah sakit di wilayah pedalaman, termasuk kawasan Bongan untuk melayani masyarakat Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
Gubernur mengingatkan, di tengah keterbatasan fiskal daerah, perencanaan pembangunan harus semakin cermat dan berorientasi hasil. Setiap penggunaan anggaran dituntut memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Setiap rupiah harus direncanakan dengan baik, efisien, dan menjawab kebutuhan riil di lapangan,” tegasnya.
Untuk itu, tema pembangunan RKPD 2027 difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan infrastruktur secara inklusif sebagai dasar pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
Empat sektor utama menjadi perhatian pemerintah, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta perlindungan sosial. Keempatnya dipandang sebagai fondasi pelayanan dasar yang harus diperkuat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan.
Dukungan terhadap keberlanjutan program ini juga datang dari daerah. Bupati Berau Sri Juniarsih menyebut sejumlah manfaat telah dirasakan masyarakat, termasuk keberadaan Jembatan Nibung yang mendorong akses dan potensi pariwisata di wilayah pesisir seperti Biduk-Biduk dan Talisayan.
Selain itu, program bantuan bagi tenaga pendidik non-ASN juga dinilai membantu meningkatkan kesejahteraan guru di berbagai jenjang pendidikan dasar.
Melalui kelanjutan Gratispol dan Jospol, Pemprov Kaltim berharap pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi juga semakin merata dan dirasakan langsung oleh masyarakat di seluruh wilayah.