Subscribe

Kaltim Darurat Kekerasan Anak: 69 Kasus Terungkap, Didominasi Korban Perempuan

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com :  Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kalimantan Timur (Kaltim) merilis data mengkhawatirkan terkait keamanan anak di wilayah tersebut. Sebanyak 69 anak tercatat menjadi korban kekerasan dalam satu tahun terakhir, menegaskan posisi anak-anak sebagai kelompok paling rentan di Benua Etam.

Kepala UPTD PPA Kaltim, Kholid Budhaeri, mengungkapkan bahwa tren kekerasan ini didominasi oleh korban anak perempuan.

“Anak perempuan berada di posisi paling berisiko dengan total 52 aduan, sementara korban anak laki-laki tercatat sebanyak 17 kasus. Pelecehan seksual juga menjadi ancaman nyata dengan 20 kasus yang masuk ke radar kami,” ujar Kholid di Samarinda, Selasa (31/3).

Statistik dan Respon Cepat

Meski angka kasus tergolong tinggi, Kholid menekankan bahwa kesadaran publik untuk melapor mulai meningkat. Memasuki Januari 2026, tercatat sudah ada 4 kasus baru yang ditangani.

Pemerintah Provinsi Kaltim saat ini sedang mengencarkan campaign “Lapor Yuk! Jangan Diam!” untuk memutus rantai “fenomena gunung es” pada kasus kekerasan anak.

Berikut adalah poin-poin penanganan terkini oleh UPTD PPA Kaltim:

  • Responsibilitas Petugas: Mencapai rasio 100% dalam merespons aduan yang masuk.
  • Layanan Jangkauan: Persentase layanan perlindungan berada di angka 77,8%.
  • Support System Gratis: Korban dipastikan mendapat pendampingan psikologis (trauma healing) serta bantuan hukum tanpa dipungut biaya.
  • Jaminan Pendidikan: UPTD PPA menjamin para korban tetap bisa melanjutkan sekolah guna mengamankan hak masa depan mereka.

Call to Action: Jangan Takut Lapor!

UPTD PPA Kaltim meminta masyarakat untuk tidak lagi menjadi penonton saat melihat atau mengetahui adanya indikasi kekerasan pada anak. Kecepatan pelaporan menjadi kunci utama dalam menyelamatkan mental dan fisik korban.

Bagi warga yang melihat atau mengalami tindakan kekerasan, segera hubungi Call Center Siaga di nomor:

📞 0811-5833-121

“Upaya pengawasan dan perlindungan harus ditingkatkan oleh semua pihak. Jangan biarkan anak-anak berjuang sendiri,” tegas Kholid. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *