Subscribe

Gak Cuma Patroli, UPTD KPHP Telake Gandeng Guru & Komunitas Adat Jaga Paru-Paru Kaltim

2 minutes read

PASER, nusaetamnews.com :  Strategi menjaga kelestarian hutan di Kalimantan Timur kini tak lagi sekadar soal pengawasan fisik, tapi merambah ke ranah edukasi kreatif dan pemberdayaan komunitas. Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (UPTD KPHP) Telake resmi memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memastikan hutan tetap “hijau” di tengah tantangan perubahan iklim.

Kepala UPTD KPHP Telake, Shahar Al Haqq, menegaskan bahwa pelibatan masyarakat lokal dan generasi muda adalah kunci utama. Tidak tanggung-tanggung, mulai dari Masyarakat Hukum Adat (MHA) hingga anak usia PAUD dirangkul dalam gerakan ini.

Edukasi “Out of the Box”: Dari Dongeng ke Teater

KPHP Telake mendobrak cara konvensional dalam kampanye pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Alih-alih hanya memasang spanduk peringatan, mereka menggelar rangkaian lomba kreatif seperti:

  • Lomba Mendongeng & Puisi Kreatif: Menyasar siswa PAUD hingga SMA untuk menanamkan awareness lingkungan sejak dini.
  • Aksi Panggung Guru: Para guru dilibatkan langsung dalam pementasan drama teater bertema kelestarian alam.

“Guru adalah garda terdepan pembentuk karakter. Lewat seni dan pendidikan, kita ingin generasi penerus paham bahwa hutan bukan untuk dibakar, tapi untuk dijaga sebagai aset masa depan,” ujar Shahar di Kabupaten Paser, Senin (30/3).

Perhutanan Sosial: Jaga Hutan, Perut Kenyang

Selain aspek edukasi, KPHP Telake mengandalkan skema Perhutanan Sosial sebagai solusi ekonomi bagi warga sekitar hutan. Melalui Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) di empat desa dan komunitas adat, masyarakat diberikan akses legal untuk mengelola hasil hutan non-kayu.

Strategi ini dinilai efektif karena:

  1. Ekonomi Berkelanjutan: Masyarakat bisa mengambil manfaat ekonomi tanpa merusak tegakan pohon.
  2. Rasa Memiliki: Komunitas adat menjadi benteng pertama yang melindungi hutan dari perambahan liar.

Masyarakat Peduli Api (MPA) Jadi Mentor

Di lini pertahanan fisik, Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa sekitar Telake terus diperkuat. Tak hanya dilatih memadamkan api, anggota MPA kini berperan sebagai fasilitator yang melatih warga desa lainnya mengenai teknik pencegahan karhutla secara mandiri.

Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi blueprint baru dalam manajemen hutan produksi yang tidak hanya fokus pada hasil alam, tetapi juga harmoni antara manusia dan lingkungannya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *