Subscribe

Lefundes “Pasang Badan”: Rivaldo Pakpahan Layak Masuk Skuad John Herdman!

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com :  Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, mengirim sinyal keras kepada arsitek Timnas Indonesia, John Herdman. Pasca-duel sengit kontra Persija Jakarta yang berakhir imbang 2-2 di Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (3/3), Lefundes secara terbuka menyebut anak asuhnya, Rivaldo Pakpahan, adalah gelandang bertahan lokal terbaik saat ini.

Lefundes menilai pemain berusia 23 tahun itu sudah sangat layak masuk list skuad Garuda untuk ajang FIFA Series 2026 akhir bulan ini.

“Si Paling Seimbang” di Lini Tengah

Bukan sekadar pujian formalitas, Lefundes bahkan menantang balik para jurnalis untuk mencari tandingan Rivaldo di posisi nomor 6.

“Kalau saya pelatih Timnas, dia pasti main di tim saya. Coba kasih tahu saya, satu saja gelandang bertahan lokal yang lebih bagus dari dia?” tantang Lefundes dengan nada yakin.

Menurut pelatih asal Brasil tersebut, Rivaldo adalah sosok anchor yang menjadi kunci keseimbangan Borneo FC musim ini. Kehadirannya dianggap mampu “melayani” pemain lain seperti Mohammad Anez, Juan Villa, hingga Kei Hirose untuk tampil lebih all-out.

“Dia bukan main karena regulasi U-23, tapi karena dia memang layak. Rivaldo adalah keseimbangan kami,” tegas Lefundes.

Performa Konsisten di Super League

Statistik Rivaldo musim ini memang sulit didebat. Dari 23 pertandingan yang dilakoni Pesut Etam, Rivaldo tampil sebanyak 16 kali—dan semuanya dimulai sebagai starter. Meski baru mengantongi satu caps senior, konsistensinya di liga domestik menjadikannya komoditi panas untuk lini tengah Indonesia.

Respon Rivaldo: Fokus Jalur Juara

Duduk di samping sang pelatih saat jumpa pers, Rivaldo Pakpahan tetap membumi. Baginya, satu poin dari kandang Persija sangat krusial untuk menjaga posisi Borneo FC di perburuan gelar juara.

“Puji Tuhan, meski nggak bawa pulang tiga poin, satu poin ini penting banget untuk jaga asa kita juara liga musim ini,” ujar Rivaldo.

Terkait tensi tinggi di lapangan, pemain muda ini pun menunjukkan kedewasaannya. “Atmosfer di JIS luar biasa. Soal friksi di lapangan, itu hanya dinamika 90 menit. Di luar itu, kita semua bersaudara,” tutupnya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *