Subscribe

560 Eks Pekerja Tambang Berburu Pekerjaan Baru

2 minutes read

SAMARINDA – Perlambatan aktivitas di sektor pertambangan mulai berdampak pada pasar tenaga kerja di Samarinda. Sepanjang 2026, sebanyak 560 mantan pekerja tambang tercatat mengurus kartu pencari kerja (AK-1) setelah kehilangan pekerjaan akibat perusahaan menghentikan operasional maupun melakukan efisiensi.Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda Yuyum Puspitaningrum mengatakan mayoritas pekerja terdampak berasal dari perusahaan tambang yang menutup proyek atau merampingkan kegiatan usahanya.”Kebanyakan karena proyek selesai (close project) dan ada efisiensi perusahaan,” ujarnya di sela Mahakam Job Fair 2026 di Samarinda Square, Kamis (23/7/2026).Menghadapi kondisi tersebut, Disnaker membuka akses seluas-luasnya melalui Mahakam Job Fair 2026. Bursa kerja itu menghadirkan berbagai perusahaan dengan kebutuhan tenaga kerja, mulai dari operator alat berat, mekanik hingga berbagai posisi lainnya yang juga terbuka bagi mantan pekerja tambang.Meski persaingan tetap berlangsung sesuai kebutuhan perusahaan, pemerintah berharap pengalaman yang dimiliki para eks pekerja tambang menjadi nilai tambah saat proses rekrutmen.Di tengah meningkatnya jumlah pencari kerja akibat PHK, kondisi ketenagakerjaan Samarinda masih menunjukkan perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 turun menjadi 5,31 persen, dari sebelumnya 5,75 persen, atau berkurang 0,44 persen.Namun tantangan belum selesai. Disnaker mencatat masih ada sekitar 20 ribu penduduk usia produktif yang belum memiliki pekerjaan.Untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja, Disnaker kini mengembangkan sistem auto matching yang menghubungkan data pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan secara otomatis sehingga proses rekrutmen diharapkan menjadi lebih cepat dan tepat sasaran.Selain itu, berbagai pelatihan vokasi terus diperluas, mulai dari servis telepon seluler, servis sepeda motor injeksi, menjahit, tata rias hingga keterampilan di bidang kuliner. Program tersebut dijalankan bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta lembaga pelatihan kerja agar peserta memperoleh sertifikasi kompetensi yang dapat meningkatkan peluang diterima bekerja.Langkah itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Samarinda menekan angka pengangguran sekaligus membantu para korban PHK memperoleh kesempatan kerja baru di berbagai sektor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *