Subscribe

WFH Jumat di PPU Bukan untuk Liburan! Sekda Tohar: Jangan Berani-berani Jalan-jalan

2 minutes read

Penajam, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi memberlakukan skema Work From Home (WFH) setiap hari Jumat mulai pekan ini. Namun, Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, memberikan peringatan keras kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak menyalahgunakan kebijakan ini untuk bersantai atau “healing” pribadi.

“WFH bukan berarti hari libur kerja. Ini adalah menjalankan tugas kedinasan dari rumah secara bertanggung jawab,” tegas Tohar di Penajam, Rabu (8/4/2026).

Produktivitas Harga Mati

Meski bekerja dari balik layar di rumah, para pegawai tetap wajib menjalankan tugas dan fungsi (tupoksi) masing-masing secara penuh. Tohar mewanti-wanti agar kebijakan ini jangan sampai dianggap sebagai celah untuk meninggalkan tanggung jawab.

Beberapa poin krusial dalam penerapan WFH Jumat meliputi:

  • Output Terukur: Kerja harus terstruktur, berjenjang, dan wajib dilaporkan secara rutin ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
  • Larangan Jalan-jalan: Pegawai dilarang keras bepergian ke luar rumah untuk kepentingan non-dinas selama jam kerja berlangsung.
  • Disiplin Ketat: Pengawasan dilakukan secara berlapis oleh setiap kepala unit kerja.

Misi Besar: Efisiensi Anggaran Operasional

Di balik fleksibilitas lokasi kerja, ada misi penghematan besar yang diusung Pemkab PPU. Kebijakan WFH Jumat ini dirancang untuk memangkas pengeluaran rutin pemerintah.

“Kami ingin ada efisiensi penggunaan anggaran, terutama pada belanja operasional seperti listrik, air, hingga Bahan Bakar Minyak (BBM),” jelas Tohar.

Bagian Umum Sekretariat Daerah kini ditugaskan untuk melakukan pengawasan dan evaluasi ketat guna memastikan pengeluaran bulanan pemkab benar-benar menurun secara signifikan berkat kebijakan ini.

Fokus pada Pelayanan Publik

Tohar berharap skema baru ini tidak hanya menguntungkan pegawai secara pribadi melalui efisiensi pengeluaran mandiri, tetapi juga memberikan dampak positif pada performa organisasi.

“Diharapkan seluruh pegawai tetap disiplin, produktif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. WFH adalah tentang efisiensi, bukan penurunan kinerja,” tutupnya.

Penerapan WFH setiap Jumat ini akan menjadi tolok ukur kemandirian dan integritas ASN PPU dalam beradaptasi dengan sistem kerja modern. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *