Subscribe

Wabup PPU ‘Semprot’ Pengelola Makan Gratis: “Jangan Ambil Makanan Luar, Harus Masak Sendiri!”

2 minutes read

Penajam, nusaetamnews.com : – Insiden tumbangnya 25 siswa di Kecamatan Waru setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi tamparan keras buat Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, langsung pasang badan dan memperketat aturan main demi keamanan pangan siswa.

Kejadian pada Rabu (11/2) itu membuat puluhan siswa harus dilarikan ke Puskesmas Waru dengan gejala muntah-muntah hingga sesak napas. Diduga kuat, “tersangka” utamanya adalah menu tambahan berupa puding.

Peringatan Keras buat Dapur SPPG

Waris nggak mau ada alasan lagi. Ia menegaskan bahwa kejadian di Waru adalah warning besar. Evaluasi total dilakukan mulai dari kebersihan dapur, kualitas bahan baku, sampai cara makanan itu diantar ke sekolah.

Satu poin penting yang ditekankan Wabup: Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang keras “jajan” atau mengambil makanan dari pihak luar.

“Boleh saja ada menu tambahan, tapi harus benar-benar steril. Saran saya, jangan ambil dari luar. Semua menu MBG harus diolah langsung oleh petugas dapur sesuai prosedur keamanan pangan,” tegas Waris, Kamis.

Fakta Program MBG di PPU

Di tengah investigasi ini, program MBG di PPU sebenarnya sedang tumbuh pesat. Berikut data terkininya:

  • Target: 24 SPPG akan dibangun di seluruh PPU.
  • Status Saat Ini: Sudah ada 9 SPPG yang beroperasi.
  • Jangkauan: Melayani 11.570 siswa penerima manfaat.

Komitmen Perbaikan Menyeluruh

Waris memastikan Pemkab bakal memanggil seluruh stakeholder dan pengelola SPPG untuk duduk bareng. Tujuannya cuma satu: memastikan generasi sehat dan cerdas lewat MBG tanpa ada lagi drama keracunan.

“Pemerintah kabupaten berkomitmen kejadian ini tidak terulang. Keselamatan anak-anak kita adalah harga mati,” pungkasnya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *