Subscribe

Upgrade Integritas! Pemkab Berau ‘Gembleng’ 9.623 ASN Biar Makin Profesional & Anti-Lelet

2 minutes read

Tanjung Redeb, nusaetamnews.com :  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau gak main-main soal urusan performa pelayan publik. Menggandeng Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Balikpapan, Pemkab Berau resmi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Budaya Kerja untuk menyelaraskan ritme kerja ribuan aparatur sipil negara (ASN) di wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, menegaskan bahwa penguatan budaya kerja ini adalah kunci biar para aparatur gak cuma sekadar “masuk kantor,” tapi benar-benar paham tanggung jawab mereka kepada masyarakat.

Skuad Jumbo: 9.623 ASN Jadi Ujung Tombak

Bukan tanpa alasan bimtek ini krusial. Berdasarkan data terbaru dari BKPSDM Berau, total pasukan ASN di Bumi Batiwakkal mencapai angka fantastis, yakni 9.623 orang. Berikut rincian kekuatannya:

  • PNS: 4.602 orang
  • PPPK: 3.475 orang
  • PPPK Paruh Waktu: 1.546 orang

Dari formasi tersebut, sektor pendidikan (guru) mendominasi dengan 2.527 personil, disusul tenaga kesehatan 1.577 orang, dan tenaga teknis sebanyak 736 orang.

Core Values: Gak Cuma Slogan, Tapi Action!

Dalam pembukaan acara di Tanjung Redeb, Senin (10/3), Sekda Muhammad Said mewanti-wanti pentingnya penerapan nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).

“Output organisasi itu diukur dari kinerja OPD. Makanya, semua aparatur wajib kerja profesional. Salah satu indikator utamanya adalah loyalitas sebagai bentuk ketaatan pada aturan,” ujar Said.

Apa Goal Utama Bimtek Ini?

Lewat kolaborasi dengan BPPK Balikpapan, Pemkab Berau mengincar tiga target utama:

  1. Rumuskan Budaya Kerja: Tiap OPD punya standar operasional yang jelas dan efisien.
  2. Komitmen Pimpinan: Memastikan bos-bos di OPD jadi role model dalam implementasi aturan.
  3. Kualitas Pelayanan: Ujung-ujungnya, masyarakat harus merasa puas dan dimudahkan saat mengurus keperluan di kantor pemerintahan.

“Targetnya adalah kesepahaman bersama. Semua OPD harus satu frekuensi: kerja untuk pelayanan masyarakat,” tutup Said. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *