Update Kas Negara: Kanwil DJP Kaltimtara Himpun Pajak Bruto Rp30,76 Triliun di Sepanjang 2025
SAMARINDA – Menutup tahun 2025, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimtara) resmi merilis rapor penerimaan pajak mereka. Meski menghadapi tantangan ekonomi global yang cukup berat, semangat “Kemenkeu Satu” sukses mengamankan penerimaan bruto sebesar Rp30,76 triliun.
Kepala Kanwil DJP Kaltimtara, Heru Narwanta, menyebutkan bahwa kolaborasi antarinstansi dalam forum Asset Liability Committee (ALCo) menjadi kunci utama pelayanan optimal di tengah fluktuasi ekonomi.
Rapor Pajak 2025: Bruto vs Neto
Tahun ini memang memberikan tantangan tersendiri bagi wilayah Kaltimtara. Berdasarkan data akhir tahun, performa penerimaan mengalami kontraksi (penurunan) jika dibandingkan dengan “tahun emas” 2024.
- Penerimaan Bruto: Rp30,76 triliun (Turun 13,55% YoY).
- Penerimaan Neto (Bersih): Rp22,35 triliun (Turun 28,87% YoY).
Penurunan angka neto yang lebih dalam ini disebabkan oleh meningkatnya angka restitusi atau pengembalian kelebihan pembayaran pajak kepada para Wajib Pajak (WP).
Siapa Kontributor Terbesarnya?
Berikut adalah breakdown sumber “cuan” negara dari bumi Kaltimtara:
- PPN & PPnBM (Konsumsi): Menjadi juara dengan angka bruto Rp14,77 triliun. Sektor ini sangat bergantung pada daya beli masyarakat dan geliat industri.
- PPh Non-Migas: Menyusul di posisi kedua dengan kontribusi bruto Rp11,95 triliun.
- Pajak Bumi dan Bangunan (PBB): Memberikan kontribusi bruto sebesar Rp0,85 triliun.
Kenapa Bisa Turun? Ini Penyebabnya
Heru menjelaskan bahwa kondisi ini bukan tanpa alasan. Ada dua faktor “bos besar” yang mempengaruhi statistik perpajakan di wilayah ini:
- Harga Batu Bara Melandai: Sebagai wilayah yang sangat bergantung pada sektor tambang, penurunan harga batu bara di pasar global otomatis mengerem setoran pajak dari perusahaan-perusahaan besar.
- Perubahan Administrasi: Adanya perpindahan administrasi PBB sektor Perkebunan, Perhutanan, dan Pertambangan (PBB-P3) ke kantor pajak pusat juga mempengaruhi pencatatan data di daerah.
Optimisme di Tengah Tantangan
Meski angka pertumbuhan sedang mengalami tekanan, sinergi unit vertikal di bawah Kementerian Keuangan tetap solid. Fokusnya jelas: menjaga stabilitas ekonomi Kaltimtara agar tetap tangguh menghadapi tahun-tahun mendatang. (ant/one)