Subscribe

UMKM Kaltim Gaspol! Rp785 Miliar KUR Terserap Hanya dalam Dua Bulan

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com :  Sektor UMKM di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan geliat luar biasa di awal tahun 2026. Sebanyak 9.537 pelaku usaha dilaporkan telah menyerap Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total nilai mencapai Rp785,62 miliar sepanjang periode Januari-Februari.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Kaltim, Tjahjo Purnomo, menyebutkan bahwa tingginya angka serapan ini menunjukkan kepercayaan diri para pelaku usaha lokal dalam berekspansi, mulai dari sektor perdagangan hingga pertanian.

Sektor Perdagangan Masih Jadi “Primadona”

Sektor perdagangan besar dan eceran menduduki posisi puncak sebagai penyerap modal terbesar. Perputaran uang yang cepat dan risiko yang terukur menjadi alasan utama sektor ini begitu diminati perbankan.

Top 3 Sektor Penyerap KUR Kaltim:

  1. Perdagangan: Rp261,54 miliar (3.360 debitur).
  2. Pertanian, Perkebunan, & Kehutanan: Rp216,81 miliar (2.966 debitur).
  3. Real Estat & Jasa Perusahaan: Rp104,25 miliar (595 debitur).

Kutai Kartanegara Juara, Mahulu Terendah

Dari sisi sebaran wilayah, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sukses menjadi motor penggerak utama. Basis usaha produktif di Kukar yang sangat kuat membuat daerah ini menyerap modal jauh melampaui kota-kota besar lainnya di Kaltim.

Peringkat Serapan KUR per Daerah (Januari-Februari 2026):

  • Kutai Kartanegara: Rp161,93 miliar
  • Samarinda: Rp151,51 miliar
  • Paser: Rp108,59 miliar
  • Balikpapan: Rp107,86 miliar
  • Kutai Timur: Rp71,91 miliar
  • Berau: Rp57,58 miliar
  • Penajam Paser Utara: Rp55,5 miliar
  • Bontang: Rp42,59 miliar
  • Kutai Barat: Rp26,56 miliar
  • Mahakam Ulu: Rp1,59 miliar

Tjahjo Purnomo menambahkan, tantangan ke depan adalah mendorong akses permodalan yang lebih merata, terutama di wilayah perbatasan seperti Mahakam Ulu. Meskipun saat ini angkanya masih kecil, potensi UMKM di wilayah pelosok diyakini akan terus tumbuh seiring dengan peningkatan infrastruktur dan literasi keuangan.

“Kuker masih mendominasi karena sektor pertanian dan perdagangannya sangat masif. Ini modal bagus untuk stabilitas ekonomi Kaltim sepanjang 2026,” tutup Tjahjo. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *