Subscribe

Ubah Sampah Jadi Listrik! Kaltim Kebut Proyek PSEL di Samarinda & Balikpapan Raya

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com :  Kalimantan Timur siap menyulap tumpukan sampah menjadi sumber cuan energi. Pemerintah Provinsi Kaltim resmi menginjak gas dalam persiapan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di dua zona strategis: Samarinda Raya dan Balikpapan Raya.

Proyek ini bukan sekadar urusan kebersihan, tapi merupakan langkah taktis Kaltim dalam memperkuat ketahanan energi berbasis energi baru terbarukan (EBT).

“Kami memfasilitasi penyusunan perjanjian kerja sama agar operasionalnya kelak berjalan lancar,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Joko Istanto, Sabtu (4/4/2026).

Bagi Dua Zona Layanan: Targetkan IKN hingga Pesisir

Mengingat luasnya wilayah, instalasi PSEL ini dibagi menjadi dua klaster besar untuk memaksimalkan cakupan pelayanan:

  1. Samarinda Raya: Meliputi seluruh Kota Samarinda plus wilayah penyangga di Kutai Kartanegara seperti Anggana, Tenggarong Seberang, Loa Janan, Muara Badak, dan Marang Kayu.
  2. Balikpapan Raya: Mengintegrasikan Kota Balikpapan, Ibu Kota Nusantara (IKN), serta wilayah pesisir Kukar (Samboja, Samboja Barat, dan Muara Jawa).

Kolaborasi Lintas Batas & Otorita IKN

Proyek ambisius ini menuntut sinkronisasi tingkat tinggi. Mengingat sebagian zona mencakup wilayah ibu kota baru, DLH Kaltim kini tengah intens melakukan koordinasi dengan pihak Otorita IKN (OIKN) dan pemerintah pusat.

Fasilitasi kerja sama ini merupakan follow-up langsung dari rapat terbatas tingkat kementerian. Berbagai instansi, mulai dari DLH Samarinda hingga DLHK Kutai Kartanegara, sudah duduk bersama secara virtual untuk mematangkan draf perjanjian.

Output yang Diharapkan:

  • Lingkungan Bersih: Pengurangan drastis volume sampah di TPA.
  • Energi Hijau: Produksi listrik dari pemanfaatan limbah secara modern.
  • Ketahanan Energi: Memperkuat pasokan listrik regional Kaltim melalui jalur ramah lingkungan.

“Kolaborasi antarwilayah ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus memproduksi sumber listrik dari pemanfaatan EBT,” pungkas Joko. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *