Subscribe

Tragis! Terpeleset Saat Panen Sawit, Pekerja di Marangkayu Ditemukan Meninggal Dunia 9 KM dari Lokasi

2 minutes read

MARANGKAYU – Upaya pencarian terhadap seorang pekerja sawit di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, berakhir memilukan. Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban, M Rosaid Amar alias Edo (33), dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (20/1/2026).

Jasad korban ditemukan cukup jauh, yakni sekitar 9 kilometer ke arah hilir sungai dari titik awal kejadian.

Kronologi Kejadian: Insiden Saat Pindahkan Buah Sawit

Kejadian bermula pada Minggu (18/1) siang sekitar pukul 14.00 WITA. Saat itu, Edo sedang sibuk bekerja memanen sawit. Tragedi terjadi ketika ia mencoba memindahkan buah sawit menggunakan seling gantung.

Nahas, ia terjatuh ke dalam Sungai Santan Ulu. Karena diduga tidak bisa berenang, korban langsung tenggelam dan terseret arus sungai yang cukup deras.

Operasi SAR Gabungan yang Melelahkan

Laporan baru diterima Pos SAR Kutai Timur pada Senin pagi. Tim Rescue langsung diterjunkan dan tiba di lokasi siang harinya untuk menyisir sungai menggunakan rubber boat serta bantuan perahu warga.

“Hari pertama pencarian masih nihil. Tim sempat mendirikan posko sementara di rumah warga sekitar lokasi untuk melanjutkan aksi di hari kedua,” ujar Koordinator Pos SAR Kutai Timur, Aries Setiawan, Selasa.

Pencarian hari kedua membuahkan hasil. Penyisiran sejak pukul 07.00 WITA akhirnya menemukan titik terang saat jasad Edo terlihat mengapung di kejauhan.

Solidaritas Lintas Instansi

Keberhasilan penemuan korban ini tidak lepas dari koordinasi solid berbagai pihak. Tim SAR gabungan terdiri dari:

  • Polsek & Koramil Marangkayu
  • BPBD & Disdamkarmatan Kukar
  • Pihak Kecamatan Marangkayu
  • Keluarga korban serta warga dari Desa Santan Ulu, Tengah, hingga Hilir.

Operasi Resmi Ditutup

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR di Marangkayu dinyatakan berakhir. Jenazah korban telah dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

“Terima kasih atas kerja keras seluruh potensi SAR di lapangan. Dengan ini operasi diusulkan ditutup dan personel kembali ke kesiapsiagaan di posko masing-masing,” pungkas Aries. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *