Tinggalkan Batu Bara! Kukar ‘Ngegas’ Transformasi Ekonomi Lewat UMKM & Ekraf
Tenggarong, Kaltim (nusaetamnews.com) – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Kalimantan Timur mengambil langkah serius! Mereka kini fokus memperkuat inkubasi bisnis UMKM dan Ekonomi Kreatif (Ekraf). Tujuannya jelas: menggeser dominasi industri ekstraktif pertambangan yang selama ini jadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Struktur ekonomi Kabupaten Kukar selama ini masih bergantung dari sumber daya alam yang tidak terbarukan, khususnya dari sektor pertambangan batu bara dan penggalian migas,” ujar Asisten III Sekretariat Kabupaten Kukar, Dafip Haryanto, di Tenggarong, Jumat.
Selain dorongan kuat pada UMKM dan Ekraf, strategi transformasi ekonomi ke depan juga melibatkan penguatan sektor pertanian dalam arti luas dan industri pariwisata. Intinya, pindah jalur dari sumber daya yang habis ke sektor yang berkelanjutan.
Kredit 0% dan Inkubasi Bisnis On Point
Sebagai amunisi penguatan UMKM, Pemkab Kukar meluncurkan berbagai program andalan:
- Program Inkubasi Bisnis: Melalui Klinik UMKM yang sudah ada di setiap kecamatan.
- Akses Permodalan: Program Kredit Kukar Idaman Terbaik yang kasih fasilitas pinjaman dengan bunga nol persen! Bekerja sama dengan Bank Kaltimtara, plafon kreditnya hingga Rp500 Juta.
Tak cuma itu, Pemkab Kukar juga all out mendorong hilirisasi produk olahan hasil pertanian sesuai potensi wilayah. Penguatan produksi, pemasaran, dan rantai pasok juga digarap lewat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Pekan Pesta Rasa: Panggung Produk Lokal Naik Kelas
Puncak dari upaya ini adalah gelaran Pekan Pesta Rasa di Taman Kota Raja Tenggarong selama empat hari (19-22 November 2025). Event ini sekaligus jadi momen launching resmi Program Pengembangan UMKM oleh Dinas Koperasi dan UKM Kukar.
“Pekan Pesta Rasa ini giat penting dan strategis, karena jadi ajang promosi dan pemasaran top bagi aneka produk unggulan dari wirausaha,” kata Dafip.
Produk yang tampil di sini bukan sembarangan, lho! Itu semua hasil dari program pendampingan, inkubasi bisnis, dan proses kurasi oleh tim ahli Pemkab Kukar.
Ia berharap pameran seperti ini jadi trigger bagi pelaku UMKM untuk terus berkembang dan naik kelas.
“Kegiatan ini juga upaya mengangkat kembali berbagai produk olahan makanan tradisional khas Kutai agar tetap eksis dan mampu bersaing di tengah banyaknya produk kekinian yang berpotensi menggerus eksistensi produk olahan lokal,” tutupnya. (ant/one)