Subscribe

Tiket Penerbangan ke Kaltim Langka, “War Ticket” atau Transit Kuala Lumpur dan Singapura

4 minutes read

Samarinda – Akses penerbangan menuju Kalimantan Timur tengah mengalami tekanan tinggi. Tiket menuju Bandara APT Pranoto dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) dilaporkan sangat langka dalam beberapa hari terakhir.
Lonjakan permintaan membuat kursi penerbangan atau seat availability di berbagai maskapai nyaris habis.

Kondisi ini memaksa calon penumpang melakukan perburuan tiket atau yang populer disebut “war ticket”, demi mendapatkan boarding pass ke Bandara APT Pranoto Samarinda maupun Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan.

Sejumlah calon penumpang mengaku harus melakukan pemesanan jauh hari. Bahkan, tiket yang dipesan hari ini baru tersedia dengan jadwal keberangkatan atau departure schedule paling cepat pada Selasa pekan depan.

“Saya sudah war tiket mulai Selasa tadi, dapatnya pesawat Garuda Indonesia pagi. Selebihnya tidak ada. Rabu baru ada lagi. Tidak tahu kalau sekarang,” ujar Pendi, salah satu calon penumpang di Jakarta, Kamis 9 April 2026.

Tak hanya langka, harga tiket juga melonjak tajam hingga jauh di atas tarif normal atau mendekati peak season fare. Beberapa penumpang bahkan harus menyusun perjalanan dengan skema multi-leg flight atau penerbangan bersegmen, yakni membeli tiket ke kota lain terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke Kaltim.

Lebih ekstrem lagi, rute domestik yang biasanya menjadi jalur transit seperti Solo, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Makassar hingga Pontianak saat ini tidak lagi menyediakan konektivitas atau connecting flight menuju Samarinda maupun Balikpapan.

“Kalau pekan ini, opsi yang ada justru lewat Kuala Lumpur atau Singapura. Itu pun harus transit internasional dulu baru bisa lanjut ke Kaltim. Harga tiketnya minimal Rp4 juta,” kata Beni, calon penumpang lainnya.

Menurutnya, alternatif lain adalah menggunakan kelas bisnis atau business class, yang masih memiliki kursi tersedia. Namun, harga tiketnya bisa mencapai Rp12 juta hingga Rp15 juta per orang.

“Kalau tidak bisa lewat Kuala Lumpur atau Singapura, bisa pakai kelas bisnis. Tapi harganya tidak masuk akal untuk kami,” tambahnya.

Bagi penumpang seperti Beni dan Pendi yang berasal dari kalangan pekerja, tarif tersebut jelas di luar jangkauan. Keterbatasan ini membuat banyak calon penumpang tertahan di Jakarta.

Athar, penumpang lainnya, mengaku sudah sepekan tertahan di Jakarta karena sulitnya mendapatkan tiket.
“Saya sudah seminggu di Jakarta. Baru dapat tiket hari Minggu ini. Itu pun setelah istri di Samarinda terus memantau aplikasi dan war tiket dari pagi,” ungkapnya.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait penyebab kelangkaan kursi penerbangan atau flight capacity constraint menuju Kalimantan Timur. Namun, tingginya permintaan yang tidak sebanding dengan kapasitas penerbangan diduga menjadi salah satu faktor utama.

Kondisi ini membuat perjalanan udara ke Kaltim berubah menjadi ajang kompetisi cepat, di mana kecepatan akses dan strategi pemesanan menjadi penentu utama untuk bisa mendapatkan kursi di dalam pesawat.

Tiket ke Kaltim baik di Bandara APT Pranoto dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan menjadi sangat langka.

Calon penumpang harus melakukan war ticket untuk bisa mendarat di Samarinda atau Balikpapan.

Pesan tiket hari ini, baru bisa dapat tiket ke Kaltim, minimal Selasa pekan depan.

Selain harganya selangit, beberapa penumpang harus membeli tiket penerbangan ke daerah lain sebelum melanjutkan ke Kaltim dengan tiket pesawat yang lain.

“Saya sudah war tiket mulai Selasa tadi, dapatnya pesawat Garuda pagi. Selebihnya tidak ada. Rabu baru ada lagi. Ga tau kalau sekarang,” kata Pendi.

Pekan ini kalau mau ke Kaltim hanya bisa lewat Singapura atau Malaysia. Transit ke Solo, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Makassar atau Pontianak pun sudah tidak ada penerbangan menuju Samarinda atau Balikpapan.

“Kalau tidak bisa lewat Kuala Lumpur atau Singapura, bisa pakai kelas bisnis. Tapi harganya Rp12 juta sampai Rp15 juta,” kata calon penumpang lain Beni.

Bagi Beni dan Pendi yang hanya pekerja kelas bawah, harga tiket bisnis itu tak mungkin mereka jangkau.

Belum diketahui secara jelas apa penyebab sulitnya mendapatkan tiket penerbangan menuju Kaltim itu. Untuk mendapatkan tiket dari aplikasi online pun, para calon penumpang juga harus berburu alias war.

“Saya sudah seminggu di Jakarta. Baru dapat tiket hari Minggu ini. Itupun setelah istri di Samarinda tidak berhenti war tiket mulai pagi,” kata Athar, penumpang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *