The Carrick Effect: MU “Ganti Kulit”, Dari Tim Drama Jadi Monster Penghancur Raksasa!
MANCHESTER, nusaetamnews.com : Lupakan masa-masa suram di bawah Amorim. Sejak Michael Carrick mengambil alih kemudi, Manchester United (MU) bertransformasi jadi tim yang nggak cuma jago taktik, tapi juga punya “DNA” juara yang sempat hilang. Kemenangan atas City dan Arsenal bukan cuma soal tiga poin, tapi soal pernyataan: “United is Back!”
Formula Rahasia Carrick: Kembali ke Setelan Pabrik
Carrick nggak neko-neko. Dia buang formasi tiga bek ala Amorim dan balik ke kuartet bek sejajar yang terbukti lebih solid. Hasilnya? City yang ofensif banget aja sampai gagal bikin shot on target!
- Lini Belakang: Harry Maguire, Lisandro Martinez, Dalot, dan Luke Shaw jadi tembok yang sulit ditembus.
- Lini Tengah: Casemiro makin gacor setelah diduetkan sama wonderkid Kobbie Mainoo (yang dulu sempat diabaikan Amorim).
- Lini Depan: Bruno Fernandes balik ke posisi aslinya sebagai kreator, bikin Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo makin leluasa nge-gol-in.
Carrick: Warisan Sir Alex Ferguson?
Banyak yang bilang Carrick itu “fotokopi” Sir Alex Ferguson. Dia pragmatis, tenang, tapi mematikan dalam serangan balik. Dia tahu betul cara memoles talenta. Lihat saja Patrick Dorgu yang diubah jadi monster sayap (meski sekarang harus menepi karena cedera hamstring).
“Carrick paham titik mana yang harus dieksploitasi. Dia dianugerahi talenta melimpah yang sebelumnya tersia-siakan,” tulis pengamat bola.
Bye-Bye Drama, Hello Trophy?
Atmosfer di Carrington sekarang jauh lebih hangat dan bebas drama. Pemain terlihat bahagia dan menikmati formasi yang bikin mereka nyaman. Selisih 12 poin dari Arsenal memang lumayan jauh, tapi dengan sisa 15 pertandingan dan jadwal rival yang padat di Liga Champions, mimpi finis empat besar atau bahkan angkat trofi liga bukan lagi hal halu!
Ujian Sesungguhnya: Si “Bus Parkir”
Tapi tunggu dulu, tantangan terbesar Carrick bukan cuma lawan tim besar, tapi gimana caranya menjebol tim yang hobi main low-block (parkir bus).
- Target Selanjutnya: Melawan Fulham asuhan Marco Silva akhir pekan ini.
- Strategi: Carrick mungkin bakal mengandalkan bola mati atau tembakan jarak jauh dari talenta muda seperti Shea Leacy.
Bisa dibilang, MU era Carrick adalah tim yang benci drama dan cinta kemenangan. Mereka bukan lagi sekumpulan pemain galau, tapi petarung yang siap mengeksploitasi setiap jengkal kelemahan lawan. (ant/one)