Subscribe

Swasta Makin Percaya! Investasi di IKN Tembus Rp72 Triliun, Fasilitas Mal & Kuliner Segera Hadir

2 minutes read

Penajam, nusaetamnews.com :  Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan tren positif yang bikin optimis. Hingga awal 2026, nilai investasi swasta murni yang masuk ke ibu kota baru Indonesia ini tercatat sudah menyentuh angka kurang lebih Rp72 triliun.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengonfirmasi bahwa ekosistem IKN kini mulai lengkap dengan masuknya berbagai fasilitas pendukung gaya hidup.

Gaya Hidup Urban di Jantung Nusantara

Bukan cuma gedung kantor, IKN sekarang mulai membangun fasilitas komersial dan layanan publik di Wilayah Pengembangan (WP) 1A dan 1C. Tiga perusahaan baru saja meneken Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk menggarap:

  • Pusat Perbelanjaan (Mal)
  • Kawasan Kuliner (Food Court/Cafe)
  • Fasilitas Olahraga

Perusahaan yang “gaspol” di proyek ini adalah PT Panca Karya Sentosa, PT Maxi Nusantara Raya, dan PT Borneo Berkah Abadi. Kehadiran mereka bakal jadi penyelamat buat para ASN dan warga lokal yang butuh tempat nongkrong dan belanja kebutuhan harian.

57 Perusahaan Sudah “All-In”

Sampai saat ini, sudah ada 57 perusahaan yang berkomitmen penuh menanamkan modalnya di IKN. Basuki menegaskan bahwa Otorita IKN menjamin kemudahan izin dan pendampingan buat para investor biar proyeknya nggak cuma jadi wacana, tapi cepat terealisasi.

“Pembangunan ini menghadirkan aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik IKN sebagai pusat peradaban baru di Indonesia,” ujar Basuki, Kamis (26/02/2026).

Bukan Sekadar Cari Cuan

Menariknya, para investor mengaku punya misi lebih dari sekadar bisnis. Perwakilan PT Maxi Nusantara Raya, Suni Yuwono Kusbandi, menyebut pihaknya merasa bangga bisa berkontribusi langsung dalam sejarah pembangunan ibu kota baru.

Dengan kucuran dana jumbo dari swasta ini, IKN diprediksi bakal makin hidup dan siap jadi kota masa depan yang inklusif bagi semua kalangan. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *