Sutarmono: Sang Visioner yang Menjadikan Desa Pasir Belengkong ‘Bintang Lima’ Lewat Segelas Kopi
DUNIA bisnis kuliner di Kabupaten Paser mendapat suntikan semangat baru dengan kehadiran Jutawan Ngopi, sebuah kafe yang dikelola oleh pebisnis lokal, Sutarmono. Meski terletak di Simpang Batu, Desa Pasir Belengkong, Kecamatan Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, peluncuran kafe ini berhasil menarik perhatian tinggi, bahkan mendapat apresiasi langsung dari pimpinan daerah.
H. Ikhwan Antasari, S.Sos. Wakil Bupati Paser, yang hadir dalam acara launching resmi Jutawan Ngopi, pada Jumat (12/12) memberikan pujian setinggi langit kepada Sutarmono dan timnya. Dalam sambutannya, Wabup Paser menyebut Jutawan Ngopi bukan sekadar tempat nongkrong, tetapi merupakan bukti nyata revolusi bisnis di daerah.
“Jutawan Ngopi adalah jawaban bagi keraguan bahwa lokasi adalah segalanya. Kami melihat di sini, meskipun berlokasi di desa, tetapi dengan desain interior yang kekinian—sangat Instagramable—dan yang terpenting, kualitas makanan dan minuman yang sudah setara bintang lima, kafe ini mampu bersaing dan menjadi kebanggaan Paser,” tegas Wakil Bupati.
Pujian ini sekaligus memperkuat brand image Jutawan Ngopi sebagai bisnis yang mengedepankan kualitas global dengan sentuhan lokal. Untuk menggali lebih dalam rahasia di balik kesuksesan ini, kami berkesempatan mewawancarai langsung sang owner, Bapak Sutarmono di Cafe Jutawan Ngopi disela sela kegiatan Launching Cafe Jutawan Ngopi. Berikut Petikannya :
Setia Wirawan (SW): Selamat pagi, Pak Sutarmono. Sekali lagi selamat atas peluncuran yang sukses dan pujian luar biasa dari H. Ikhwan Antasari, S.Sos Wakil Bupati Paser. Pujian tentang ‘kualitas bintang lima di lokasi desa’ tentu menjadi sorotan. Bisakah Anda ceritakan, bagaimana Anda memastikan kualitas produk di Jutawan Ngopi ini benar-benar setara dengan kafe premium di kota besar?
Sutarmono (S): Selamat pagi kembali. Alhamdulillah, pujian dari Bapak Wabup adalah trigger bagi kami untuk terus maju. Kunci kualitas kami ada pada komitmen Standar Mutu Tinggi dari hulu ke hilir.
Pertama, bahan baku. Kami tidak kompromi. Biji kopi, bahkan bahan pendukung seperti susu dan gula, kami pilih yang terbaik, bahkan sebagian kami datangkan langsung dari produsen premium. Kedua, pelatihan. Barista dan tim dapur kami menjalani pelatihan intensif dengan standar yang sama seperti coffee shop chain besar. Kami fokus pada konsistensi rasa, kebersihan, dan pelayanan. Kami ingin pelanggan merasa, meski ngopi di Pasir Belengkong, mereka mendapatkan experience yang tak kalah dengan di Jakarta atau Surabaya.
SW: Nama “Jutawan Ngopi” sangat unik. Apa inspirasi di baliknya?
S: Inspirasi nama ini punya dua makna. Kami ingin setiap pelanggan yang datang merasa seperti jutawan—nyaman, berkelas, dan dihargai. Makna kedua, kami ingin membuktikan bahwa bisnis kopi di Paser punya potensi menghasilkan omzet yang setara dengan bisnis besar. Ngopi adalah jalan menuju kemandirian finansial.
SW : Memilih lokasi usaha di desa Simpang batu, kecamatan Pasir Belengkong, Paser, sebagai lokasi utama. Mengapa bukan kota besar?
S: Keputusan ini murni karena kecintaan pada daerah sendiri dan melihat potensi yang belum tergarap. Tantangannya memang besar, terutama dalam edukasi pasar dan logistik. Namun, kami mengubah tantangan itu menjadi unique selling point. Kami adalah kafe premium yang berakar kuat di Paser.
Lebih dari itu kami berharap dengan hadirnya cafe jutawan ngopi mampu memicu tumbuh kembanganya investasi lainnya di sekitar Paser Belengkong. Sehingga misi kami dimana ingin menjadikan kecamatan Pasir Belengkong menjadi pusat Sport Tourism di Kabupaten Pasir tidak lagi menjadi sebuah utopia
SW: Apa yang menjadi pembeda utama dari Jutawan Ngopi, dengan usaha sejenis ?
S: Pembeda kami adalah Kualitas Global dengan Soul Lokal.
Secara produk, kami mengutamakan biji kopi premium dari Jawa. Meskipun demikian dalam jangka panjang Kopi asal sekitar Kabupaten Paser dan Kalimantan Timur akan dijadikan salah satu menu kopi andalan Jutawan Ngopi.
Secara branding, interior kami menggunakan konmsep milenial. Kami ingin setiap pengunjung dari luar Paser tahu, bahwa mereka sedang menikmati kopi dengan atmosfer bintang lima.
SW: Bagaimana dampak keberadaan Jutawan Ngopi terhadap ekonomi lokal di Pasir Belengkong?
Kami tidak sekadar memindahkan konsep kedai kopi kota ke desa. Kamu juga memadukannya dengan kebijakan pemkab Paser. Ini merupakan peluang strategis yang sejalan dengan program Paser Tuntas dan dorongan Sport Tourism. Seperti : Membuka Akses: Ia ingin membuka akses bagi masyarakat desa untuk mendapatkan pengalaman kuliner dengan harga terjangkau tanpa harus membuang waktu dan biaya perjalanan ke ibu kota kabupaten (Tana Paser).
Kemudian, Kemandirian Desa: Keberadaan Jutawan Ngopi menjadi trigger agar perputaran uang lokal tetap berjalan di desa. Ia bahkan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja dari pemuda-pemuda sekitar.
Dan Dukungan Sport Tourism: jika Paser benar-benar menjadi pusat Sport Tourism, maka kawasan penyangga seperti Pasir Belengkong akan kebanjiran tamu. “Kami harus siap. Kalau fasilitas kami sudah bintang lima, tamu yang datang dari luar daerah pasti puas dan akan kembali lagi,”
Jutawan Ngopi kini tidak hanya menjadi tempat ngopi, tetapi juga laboratorium bagi semangat berwirausaha. Kami berharap, keberaniannya berinvestasi di desa akan menginspirasi pengusaha lokal lainnya untuk tidak takut bermain di standar kualitas tinggi. Ia ingin menunjukkan bahwa modal utama bukanlah lokasi yang strategis di kota, melainkan standar pelayanan dan konsistensi kualitas produk.
Dampak langsung paling terasa adalah pada sektor ketenagakerjaan. Sejak dibuka, Jutawan Ngopi langsung memprioritaskan rekrutmen warga lokal, terutama para pemuda-pemudi Pasir Belengkong.
Kami benar-benar mengutamakan SDM dari Simpang Batu dan sekitarnya. Ini bukan hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga memberikan keterampilan baru dan standar kerja profesional kepada anak-anak muda di sini,.
SW: Terakhir, apa pesan Anda untuk generasi muda Paser yang ingin memulai bisnis?
S: Pesan saya: Jangan takut memulai dari mana pun Anda berada, dan jangan jadikan lokasi sebagai alasan, tapi jadikan lokasi sebagai unique selling point. Kami di Pasir Belengkong membuktikan, dengan kualitas dan brand yang kuat, kita bisa menjadi jutawan dari mana saja. Jutawan Ngopi bukan hanya nama, tapi semangat.
SW: Terima kasih banyak, Pak Sutarmono. Sukses selalu!
S: Sama-sama.