Suntik Kreativitas UMKM Lokal, OIKN dan Kemenparekraf Gelar Program ‘KUMPUL’ di Nusantara
Nusantara, nusaetamnews.com : Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) resmi menggelar program KUMPUL (Kreatif, Usaha, Marketing, Packaging, Untung, Laris). Inisiatif ini membidik 29 pelaku UMKM terpilih di kawasan IKN agar mampu bersaing di level nasional maupun global.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, menyatakan bahwa workshop yang berlangsung selama tiga hari (26-28 Februari 2026) ini adalah langkah nyata untuk memastikan warga lokal tidak hanya jadi penonton di tengah masifnya pembangunan IKN.
“Program KUMPUL adalah upaya kami agar pelaku usaha lokal bisa ‘naik kelas’. Tahun depan, kami bahkan sudah menyiapkan pelatihan untuk level yang lebih tinggi agar bisnis mereka berkelanjutan,” ujar Alimuddin di Nusantara, Jumat (27/2).
Kurasi Ketat dari Enam Kecamatan
Dari total 64 pendaftar, hanya 29 peserta terbaik yang lolos kurasi. Mereka berasal dari berbagai titik strategis di kawasan IKN, mulai dari Kecamatan Sepaku, Samboja, Samboja Barat, hingga Loa Janan, Loa Kulu, dan Muara Jawa.
Para peserta dibekali “senjata” bisnis kekinian, antara lain:
- Branding: Cara membangun identitas produk agar punya karakter.
- Manajemen Pasar: Strategi membidik target konsumen yang tepat.
- Packaging: Desain kemasan yang estetik dan menjual.
- Digital Marketing: Teknik sales yang adaptif dengan teknologi terbaru.
Dukungan All-In: Dari Cetak Kemasan hingga HKI
OIKN tidak hanya memberikan teori. Sebagai tindak lanjut, para pelaku UMKM ini akan difasilitasi dalam pembuatan desain kemasan, pencetakan, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ke Kemenkum RI secara gratis.
Inspirasi “Zero to Hero” dari Akbar Moujahid
Workshop ini juga menghadirkan Akbar Moujahid, praktisi usaha yang memulai karier dari nol sebagai pengamen terminal pada 2012.
“Dulunya anak pengamen, sekarang bisa jadi nomor satu di Jakarta. Itu bukan kebetulan, tapi karena saya menolak untuk miskin. Kuncinya adalah paham potensi diri dan kuatkan brand,” ujar Akbar saat memotivasi peserta.
Dengan kolaborasi ini, IKN diharapkan menjadi ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, di mana pelaku usaha lokal tumbuh seiring dengan bertambahnya investasi swasta yang kini telah mencapai Rp72 triliun. (ant/one)