Suntik Dana “Emergency” Rp10,65 T, Kemenkeu Percepat Transfer Daerah ke Wilayah Terdampak Bencana
Jakarta, nusaetamnews.com : Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bergerak taktis menangani dampak bencana akhir 2025 dengan mengguyur tambahan dana Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,65 triliun. Hingga saat ini, Tahap I senilai Rp4,39 triliun (40%) telah resmi mendarat di kas daerah tiga provinsi di Sumatera.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengungkapkan bahwa akselerasi ini adalah bentuk komitmen pusat agar pemulihan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak terhambat birokrasi anggaran.
“Total tambahannya Rp10,65 triliun. Tahap I sudah cair 40 persen. Sisanya, Tahap II (30%) cair Maret ini, dan Tahap III (30%) pada April mendatang,” jelas Suahasil dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/3).
Realisasi Sumatera Lampaui Rata-rata Nasional
Efek dari tambahan dana bencana ini membuat realisasi serapan anggaran di tiga provinsi tersebut melonjak di atas rata-rata nasional. Hingga 28 Februari 2026, realisasinya mencapai Rp23,18 triliun atau 28 persen dari total alokasi.
Berikut rincian serapan per provinsi:
- Sumatera Utara: Cair Rp10,74 triliun (26,2% dari pagu Rp41,05 T).
- Aceh: Cair Rp7,17 triliun (25,1% dari pagu Rp28,59 T).
- Sumatera Barat: Cair Rp5,27 triliun (26,9% dari pagu Rp19,63 T).
Bukan Cuma Infrastruktur, Tapi “Nafas” Layanan Publik
Secara nasional, penyaluran TKD hingga akhir Februari 2026 telah menyentuh angka Rp147,7 triliun (21,3% dari pagu APBN). Menariknya, realisasi ini tumbuh 8,1 persen (yoy) dibandingkan tahun lalu.
Suahasil menekankan bahwa dana ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan penopang utama layanan publik dasar:
- Pendidikan: Menjangkau 42,3 juta siswa (BOS), 5,8 juta siswa PAUD, dan 992 ribu siswa program kesetaraan.
- Kesejahteraan Guru: Membayar tunjangan kerja bagi 616 ribu guru.
- Aparatur: Mendukung pembayaran gaji ASN di seluruh pelosok daerah.
“Semuanya bermuara pada kualitas layanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah agar tetap berjalan optimal meski di tengah situasi pascabencana,” pungkas Suahasil. (ant/one)