Sungai Bukan Penghalang! Gubernur Rudy Mas’ud Kirim Ambulans Terapung Rp1,7 Miliar ke Mahakam Ulu
UJOH BILANG, nusaetamnews.com : Bagi warga Mahakam Ulu (Mahulu), Sungai Mahakam adalah segalanya: jalan raya, sumber air, sekaligus urat nadi kehidupan. Namun, saat kondisi darurat medis datang, sungai seringkali menjadi tantangan besar karena jarak dan akses.
Menjawab keresahan itu, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud melakukan aksi nyata dengan membawa bantuan Ambulans Terapung senilai Rp1,7 miliar langsung ke Pelabuhan Ujoh Bilang, Rabu (7/1). Ini bukan sekadar kapal biasa, melainkan “rumah sakit berjalan” yang siap menembus pelosok kampung yang sulit dijangkau jalur darat.
Logika Sungai: Solusi Lokal buat Masalah Lokal
Gubernur Rudy menegaskan bahwa membangun daerah seperti Mahulu nggak bisa pakai cara “pukul rata” dengan daerah perkotaan. Butuh strategi khusus yang sesuai dengan kondisi geografisnya.
“Wilayah sungai harus dilayani dengan pendekatan sungai,” tegas Rudy Mas’ud.
Selain ambulans terapung, Gubernur juga membawa “pasukan” bantuan untuk siaga bencana, di antaranya:
- Kapal evakuasi cepat dan perahu mesin tempel.
- Mini excavator untuk penanganan darurat (seperti longsor yang sering terjadi di wilayah hulu).
- Sarana penunjang keselamatan lainnya.
Support Desa Wisata & Hunian Layak
Agenda Gubernur di Mahulu nggak cuma soal urusan medis. Di Desa Batu Majang, bantuan berupa toilet umum dan panggung kesenian diserahkan untuk menyulap desa tersebut menjadi destinasi wisata yang lebih proper. Harapannya, ekonomi kreatif warga lokal bisa makin growth.
Selain itu, ada juga bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi puluhan keluarga. Karena bagi Pemprov Kaltim, kesejahteraan warga harus dimulai dari tempat tinggal yang aman dan bermartabat.
Update Bandara Ujoh Bilang: Connecting Mahulu ke Dunia Luar
Menutup rangkaian kunjungannya, Gubernur Rudy meninjau langsung progres pembangunan Bandara Ujoh Bilang. Bandara ini diproyeksikan jadi game changer yang bakal memangkas jarak tempuh secara drastis, membuka akses logistik, dan mempercepat denyut ekonomi di jantung Kalimantan ini.
Di Mahakam Ulu, negara hadir bukan cuma lewat tumpukan semen dan beton, tapi lewat kapal-kapal yang menyusuri sungai untuk memastikan tak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan pertolongan. (ant/one)