Subscribe

Strategi Ramadhan: Menu MBG di Kaltim Wajib “Kering” Agar Awet Hingga Buka Puasa

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap on track selama bulan suci Ramadhan. Fokus utamanya: menjamin kualitas gizi dan kelayakan konsumsi makanan agar tetap aman saat disantap waktu berbuka.

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan distribusi makanan di siang hari bagi anak sekolah (PAUD-SMA) hingga ibu hamil dan menyusui yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Anti-Basi: Say No to Santan!

Kepala Seksi Gizi, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkes Kaltim, Kanzul Riyadi, menegaskan adanya penyesuaian drastis pada jenis menu. Menu “kering” menjadi pilihan wajib karena memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan masakan basah.

“Kami menyarankan menghindari menu bersantan atau terlalu berminyak. Tujuannya jelas, supaya paket makanan yang dibagikan pihak sekolah pada siang hari masih dalam kondisi fresh dan layak konsumsi saat azan magrib tiba,” ujar Kanzul di Samarinda, Rabu (4/3).

Upgrade Kemasan: Dari Ompreng ke Paket Tertutup

Perubahan juga terjadi pada sisi logistik. Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Samarinda, Haryono, menyebut pihaknya telah memensiunkan sementara wadah ompreng terbuka yang biasa digunakan pada hari biasa.

“Selama Ramadhan, kami beralih ke paket makanan tertutup rapat. Desain kemasannya khusus untuk menjaga ketahanan pangan agar tetap higienis dan aman bagi anak-anak,” jelas Haryono.

Reminder buat Orang Tua: Sahur Tetap Kunci!

Meski program MBG terus berjalan, Dinkes Kaltim mengingatkan bahwa porsi tersebut hanya dirancang untuk memenuhi satu kali kebutuhan makan (sekitar satu per tiga kebutuhan harian).

Kanzul menekankan pentingnya peran orang tua dalam menyediakan sahur berkualitas di rumah untuk menutupi kebutuhan 1.800 hingga 2.200 kalori harian anak.

“Nutrisi saat sahur itu krusial. Kalau asupannya oke, sirkulasi oksigen ke otak lancar, anak nggak gampang ngantuk, dan tetap focus menyerap pelajaran di sekolah meski sedang puasa,” tambah Kanzul. Dengan pengawalan ketat dari ahli gizi di tiap SPPG, pemerintah berharap transformasi menu ini bisa menjaga standar kecukupan gizi masyarakat Kaltim tanpa terganggu ritme ibadah di bulan Ramadhan. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *