Subscribe

Strategi “Gas Pol” APBN: Belanja Negara Tembus Rp493,8 T, Menkeu Purbaya Bantah Gara-Gara Kabinet Gemuk

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com :  Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menerapkan strategi akselerasi belanja besar-besaran di awal tahun 2026. Realisasi belanja negara hingga Februari tercatat meroket 41,9 persen (yoy) dengan total dana yang digelontorkan mencapai Rp493,8 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa lonjakan tajam ini merupakan desain strategis yang disengaja, bukan akibat pembengkakan jumlah kementerian/lembaga (K/L) di Kabinet Merah Putih.

“Sekarang belanja kami desain supaya dampaknya merata sepanjang tahun. Di awal tahun, kami desak K/L untuk belanja lebih cepat dari tahun lalu,” ujar Purbaya di Jakarta, Jumat (13/3).

Hapus Tradisi “Numpuk” di Akhir Tahun

Langkah agresif ini diambil untuk menghapus kebiasaan lama birokrasi yang sering kali baru menghabiskan anggaran di pengujung tahun. Dengan mempercepat penyaluran sejak kuartal I, pemerintah berharap:

  • Stimulus Ekonomi: Aktivitas ekonomi segera bergerak lebih awal.
  • Serapan Maksimal: Menghindari anggaran tak terserap karena waktu yang mepet di bulan Desember.

Rincian “Ngegas-nya” Anggaran Pemerintah

Berdasarkan data APBN per 28 Februari 2026, berikut adalah rincian performa belanja negara:

  • Belanja K/L: Melejit 85,5% (yoy) dengan realisasi Rp155,0 triliun.
  • Belanja Non-K/L: Tumbuh 49,4% (yoy) senilai Rp191,0 triliun.
  • Transfer Ke Daerah (TKD): Naik 8,1% (yoy) mencapai Rp147,7 triliun.

Secara total, belanja pemerintah pusat tumbuh 63,7% (yoy), sebuah angka yang cukup signifikan untuk memacu pertumbuhan ekonomi domestik.

Kesehatan Fiskal: Pendapatan vs Defisit

Di sisi lain, pendapatan negara juga menunjukkan tren positif dengan terkumpulnya Rp358 triliun (11,4% dari target), tumbuh 12,8%.

Meski belanja dipacu kencang, posisi fiskal tetap terjaga dalam batas aman. APBN mencetak defisit sebesar Rp135,7 triliun atau hanya 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan keseimbangan primer tercatat defisit Rp35,9 triliun. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *