Stop Sweeping Warung Pas Ramadhan! MUI & Menag Ajak Fokus Jaga Harmoni
Memasuki bulan suci Ramadhan, isu seputar warung makan yang tetap buka di siang hari kembali jadi sorotan. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, dengan tegas meminta masyarakat untuk nggak main hakim sendiri alias melakukan sweeping sepihak.
Menurut Cholil, aksi razia liar justru nggak sejalan dengan semangat ibadah. “Saya nggak setuju ada sweeping-sweeping di bulan Ramadhan. Cukup perkuat diri kita sendiri saja,” ujarnya di Jakarta, Kamis.
Poin Penting dari MUI & Kemenag:
- No More Sweeping: Tugas umat bukan merazia, melainkan menjaga kekhusyukan ibadah masing-masing.
- Saling Respek: Pemilik warung diminta tetap menghargai mereka yang berpuasa, sementara yang berpuasa juga nggak perlu merasa terganggu berlebihan.
- Peran Pemda: Pemerintah daerah diharapkan hadir untuk mengatur operasional warung makan agar tetap kondusif tanpa mematikan rezeki pedagang.
Ramadhan Bukan Sekadar Ibadah Personal
Senada dengan itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga mengajak kita semua menjadikan Ramadhan sebagai momentum buat “level up” kesalehan sosial. Baginya, Ramadhan adalah madrasah ruhani alias sekolah spiritual untuk memperkuat solidaritas bangsa.
“Ramadhan itu bukan cuma soal ibadah individu, tapi momen buat ngerawat harmoni kebangsaan. Ini saatnya kita tunjukin empati dan tanggung jawab sebagai bagian dari Indonesia,” tutur Menag.
Ramadhan kali ini harusnya jadi ajang buat saling rangkul, bukan saling pukul (atau saling sita dagangan). Yuk, fokus ke ibadah masing-masing sambil tetap jaga vibe positif di lingkungan kita! (ant/one)