Subscribe

Stop Cuma Jadi Jurnal! Mendiktisaintek Dorong Kampus ‘Kawin Paksa’ dengan Industri Demi Hilirisasi Sawit

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Era kampus yang hanya jadi “pabrik” ijazah dan tumpukan kertas publikasi ilmiah resmi bakal berakhir. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus bertransformasi menjadi motor penggerak inovasi nasional yang nyata, terutama di sektor kelapa sawit.

Melalui keterangan resminya, Brian meminta riset-riset sawit berkelanjutan tidak lagi berakhir di laci laboratorium, tapi harus tembus ke pasar industri.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya berhenti pada publikasi, tetapi harus menghasilkan inovasi yang berdampak dan terhilirisasi,” ujar Brian di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Sawit Kita Kurang Kompetitif? Ini Solusinya

Brian menyoroti fakta pahit bahwa produktivitas sawit Indonesia cenderung rendah dibandingkan negara tetangga. Untuk mengejar ketertinggalan, ia mendorong kolaborasi strategis antara akademisi dan pengusaha melalui riset terapan.

Fokus utamanya mencakup:

  • Teknologi Budidaya Efisien: Mencari cara agar hasil panen melimpah dengan biaya rendah.
  • Inovasi Ramah Lingkungan: Menerapkan skema rendah emisi dalam pengelolaan kebun.
  • Multidisiplin Ilmu: Isu sawit nggak cuma soal agronomi, tapi juga melibatkan aspek ekonomi, kebijakan publik, hingga teknologi hijau.

Riset Jangan Cuma Berhenti di Purwarupa

Menteri Brian mengingatkan bahwa sebuah inovasi baru benar-benar bernilai jika sudah bisa diimplementasikan dan memberikan dampak ekonomi secara nyata. Oleh karena itu, kapasitas laboratorium dan pusat riset tematik di kampus-kampus akan diperkuat agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha.

“Kita ingin kolaborasi diperkuat agar riset tidak berhenti di laboratorium. Banyak peluang yang bisa kita perbaiki,” tambahnya.

Peta Jalan Inovasi Sawit 2026

Target Strategi Mendiktisaintek
Output Kampus Inovasi Terhilirisasi (Bukan Sekadar Jurnal)
Fokus Riset Teknologi Rendah Emisi & Efisiensi Budidaya
Kolaborasi Sinergi Perguruan Tinggi + Industri + Pemerintah
Tujuan Akhir Meningkatkan Daya Saing & Produktivitas Nasional

Link and Match: Kuliah Rasa Industri Tak hanya soal riset, kurikulum pendidikan tinggi juga akan didesain lebih adaptif. Mahasiswa didorong untuk belajar langsung dari kompleksitas industri sawit, sehingga lulusan yang dihasilkan benar-benar siap menjawab tantangan di lapangan, bukan sekadar menguasai teori di kelas. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *