Subscribe

Stok Bahan Pokok Kaltim Dipastikan Cukup, Warga Diminta Tenang Sambut Lebaran

2 minutes read

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan ketersediaan bahan pokok masyarakat tetap aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Stok pangan di daerah ini dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga perayaan Lebaran.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DP2KUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan stok dan pergerakan harga di pasar.

Berdasarkan hasil pemantauan, seluruh komoditas utama masih tersedia dalam jumlah yang memadai.
“Secara umum stok bahan pokok masih aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam menyambut Idulfitri,” kata Heni, Kamis (12/3/2026).

Meski beberapa komoditas mulai mengalami kenaikan harga, kondisi tersebut dinilai masih wajar karena meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan. Selain itu, sebagian besar kebutuhan pangan di Kalimantan Timur masih didatangkan dari daerah lain sehingga sangat bergantung pada kelancaran distribusi.

Untuk mengantisipasi gejolak harga dan menjaga ketersediaan barang, Pemprov Kaltim terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Langkah ini dilakukan agar distribusi bahan pokok tetap lancar dan harga di pasar tetap terkendali.

“Sesuai arahan gubernur, pengawasan distribusi terus dilakukan agar pasokan tidak terganggu dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.

Data DP2KUKM Kaltim menunjukkan ketersediaan berbagai komoditas pangan dalam jumlah besar. Stok beras non-Bulog tercatat mencapai sekitar 233 ribu ton. Selain itu, tersedia ratusan ribu ton daging sapi, lebih dari 5.600 ton minyak goreng, serta jutaan ton tepung terigu.
Persediaan komoditas lain seperti daging ayam, gula pasir, mentega, telur, garam beryodium, jagung, dan kedelai juga tercatat masih melimpah.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah memperkirakan ketahanan pasokan pangan di Kalimantan Timur mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama dua hingga enam bulan ke depan, termasuk pada periode puncak konsumsi selama Ramadan dan Idulfitri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *