Subscribe

Siswa SMAN 10 Samarinda “Guncang” Dunia: Borong 88 LoA Kampus Top Global!

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Bumi Etam. Sebanyak 32 siswa SMA Negeri 10 Samarinda yang tergabung dalam Sekolah Garuda Transformasi sukses menembus barisan kampus bergengsi luar negeri dengan total raihan 88 Letter of Acceptance (LoA).

Pencapaian ini melesat tajam dibanding tahun sebelumnya yang hanya meloloskan empat siswa. Kepala SMAN 10 Samarinda, Ni Made Adnyani, menyebut hasil ini adalah buah manis dari ekosistem baru yang lebih terstruktur.

“Peningkatan signifikan ini merupakan bukti nyata dari Program Garuda Transformasi. Kami mengubah wajah budaya akademik sekolah yang sebelumnya belum punya wadah khusus untuk bimbingan Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN),” ujar Made di Samarinda, Jumat (27/3).

Resep “Secret Sauce” Tembus Kampus Dunia

Keberhasilan para siswa ini bukan instan. Pihak sekolah melakukan treatment khusus yang komprehensif untuk memoles kualitas siswa agar sesuai standar global, di antaranya:

  • Fasilitas Tes Resmi: Penyediaan tes IELTS dan SAT (prediksi maupun resmi).
  • Mentoring Eksklusif: Pendampingan one-on-one untuk draf surat rekomendasi dan konseling khusus.
  • Support System: Melibatkan alumni sebagai konsultan pendidikan dan memfasilitasi administrasi seperti rapor berbahasa Inggris.

Proses seleksi internal yang dimulai sejak Desember 2025 ini menyaring 49 murid menjadi 34 pendaftar aktif, di mana 32 di antaranya sudah mengantongi tiket ke kampus impian.

Dari Toronto hingga Monash: Bidik Jurusan Masa Depan

Para pelajar berprestasi ini kini tinggal memilih tawaran dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Belanda, hingga Selandia Baru. Beberapa kampus kelas dunia yang sudah memberikan lampu hijau antara lain University of Toronto dan Monash University.

Menariknya, jurusan yang mereka ambil sangat relevan dengan kebutuhan industri masa depan (high-demand skills), seperti:

  • Data Science & Teknik
  • Ilmu Lingkungan
  • Bidang Kesehatan

“Dulu, lulusan kami ke luar negeri lebih banyak mengandalkan inisiatif mandiri orang tua. Sekarang, sekolah hadir sebagai ekosistem pendukung utama,” pungkas Made. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *