Sisi Gelap Bumi Etam: Dari Gunungan Uang Korupsi hingga Tragedi Mutilasi di Gunung Pelanduk
MARET 2026 menjadi bulan yang cukup “sibuk” bagi aparat penegak hukum di Kalimantan Timur. Di balik gemerlap pembangunan IKN dan geliat ekonomi daerah, Benua Etam didera sederet kasus besar yang menghebohkan publik—mulai dari skandal korupsi bernilai fantastis hingga aksi kriminal sadis yang bikin bulu kuduk berdiri.
Berikut adalah rangkuman peristiwa hukum dan kriminal paling highlight di Kaltim sepanjang Maret 2026:
“Lautan” Uang Rp214 Miliar: Skandal Korupsi Lahan Transmigrasi
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim sukses membuat mata publik terbelalak pada akhir Maret ini. Dalam pengungkapan kasus korupsi lahan transmigrasi dan tambang ilegal di Kutai Kartanegara, penyidik memamerkan barang bukti berupa tumpukan uang tunai senilai Rp214 miliar plus tumpukan valuta asing.
Tak hanya uang, “gaya hidup mewah” para tersangka juga ikut disita, mulai dari:
- Mobil Mewah: Hyundai Ioniq 6, Lexus LX 570, hingga Pajero Sport.
- Koleksi Tas Branded: Puluhan tas merek Chanel, Hermes, Louis Vuitton, hingga Gucci.
- Tersangka Kakap: Enam orang resmi ditahan, termasuk mantan pejabat teras Dinas Pertambangan Kukar.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para mafia lahan dan tambang di Kaltim bahwa “permainan” mereka kini sedang dalam bidikan serius korps Adhyaksa.
Horor di Gunung Pelanduk: Kasus Mutilasi yang Terungkap dalam 12 Jam
Samarinda sempat diguncang teror saat warga menemukan jasad tidak utuh di kawasan Gunung Pelanduk pada 20 Maret 2026. Namun, gercep (gerak cepat) tim Macan Borneos Polresta Samarinda patut diacungi jempol. Hanya dalam waktu kurang dari 12 jam, pelaku berhasil diringkus.
Motifnya? Klasik namun fatal: Sakit hati karena dituduh selingkuh. Pelaku yang merupakan orang dekat korban ternyata sudah merencanakan aksi keji ini sejak Januari 2026. Tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang betapa tipisnya batas antara pertemanan dan dendam yang berujung maut.
Operasi Pekat Mahakam 2026: Ratusan Penyakit Masyarakat Dibersihkan
Menjelang Idulfitri, Polda Kaltim menggelar Operasi Pekat Mahakam 2026 (18 Februari – 10 Maret). Hasilnya cukup mencengangkan:
- 272 Kasus Dibongkar: Meliputi pencurian, perjudian, hingga premanisme.
- 305 Tersangka Diringkus: Didominasi oleh kasus pencurian yang melonjak jelang hari raya.
- Senpi Ilegal: Polisi juga menyita senjata api rakitan ilegal di wilayah Kutai Kartanegara dan Paser.
Di Samarinda sendiri, wilayah Samarinda Ulu tercatat sebagai daerah dengan tingkat kerawanan tertinggi selama operasi berlangsung.
Tragedi Muara Kate & Dugaan Kriminalisasi Warga Adat
Konflik lahan dan sumber daya alam di Paser juga masih menyisakan bara. Kasus di Muara Kate terus bergulir di meja hijau dan menarik perhatian para akademisi yang mengajukan Amicus Curiae (sahabat pengadilan). Mereka menyoroti adanya dugaan kriminalisasi terhadap warga adat dalam memperjuangkan hak-hak lingkungan mereka.
Meningkatnya angka kriminalitas konvensional (pencurian) di bulan Maret ini sangat dipengaruhi oleh faktor musiman menjelang Lebaran. Namun, pengungkapan kasus korupsi ratusan miliar oleh Kejati Kaltim menunjukkan bahwa pengawasan terhadap sektor SDA dan aset negara di Kaltim kini memasuki level yang lebih ketat. (one)