Sinergi 3 Daerah: Balikpapan, PPU, dan Paser Perkuat Ketahanan Pangan Hadapi Risiko Inflasi 2026
Balikpapan, nusaetamnews.com : Menghadapi tantangan ekonomi tahun 2026, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dari tiga wilayah strategis—Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser—resmi memperkuat sinergi pasokan pangan. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas harga dan memastikan stok aman di tengah meningkatnya operasional Satuan Pelayanan Program Gizi – Makan Bergizi Gratis (SPPG–MBG).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menegaskan bahwa penguatan suplai menjadi prioritas utama. Pasalnya, kebutuhan bahan pangan diperkirakan bakal melonjak drastis seiring masifnya implementasi program MBG tahun ini.
“Kita harus gerak cepat antisipasi gejolak harga. Caranya dengan mengunci kerja sama langsung antara produsen dan distributor pangan, sekaligus memprioritaskan bahan pangan lokal untuk masuk dalam menu MBG,” ujar Robi, Sabtu (21/2).
Optimasi Neraca Pangan & Peran BUMD
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menekankan pentingnya data yang presisi. Menurutnya, penyusunan neraca pangan yang komprehensif adalah kunci agar Kerja Sama Antar Daerah (KAD) tidak sekadar seremonial, tapi benar-benar efektif memetakan kebutuhan real di lapangan.
“Kita ingin KAD antara Balikpapan, PPU, Paser, hingga daerah pemasok lainnya lebih optimal. Peran Perumda sebagai BUMD pangan juga akan kita optimalkan untuk menjaga supply chain tetap stabil,” tegas Rahmad.
Strategi 4K dan Hilirisasi Pangan
Di sisi lain, setiap daerah telah menyiapkan “senjata” masing-masing untuk menjinakkan inflasi:
- PPU (Strategi 4K): Fokus pada Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif. Monitoring pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) bakal digencarkan, terutama menjelang momen peak season seperti Ramadan dan Idul Fitri.
- Paser (Program Paser Beraksi): Fokus pada peningkatan produksi telur ayam ras. Paser diproyeksikan menjadi sentra unggas dan percontohan hilirisasi nasional untuk mendukung kebutuhan protein hewani di wilayah Kalimantan Timur.
Kolaborasi Lintas Mitra
Kesepakatan konkret ini melibatkan lima mitra SPPG–MBG dan enam produsen di Balikpapan, serta empat mitra dan satu produsen tahu di PPU. Sementara itu, Kabupaten Paser berperan vital dalam menyokong kebutuhan unggas secara regional.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya menekan angka inflasi, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang lebih mandiri dan inklusif di tahun 2026. (ant/one)