Subscribe

Sindir Ajakan Wapres, Deddy Sitorus: Ke IKN Itu Buat Kerja, Bukan Menyepi!

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com :  Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus, melempar “bola panas” terkait wacana pindah kantor ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Menanggapi ajakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Deddy menegaskan bahwa anggota legislatif tidak bisa sekadar pindah tanpa kehadiran mitra kerja eksekutif yang lengkap.

Deddy menekankan bahwa fungsi DPR bersifat kolektif dan sangat bergantung pada koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait.

“Mau Ngapain di Sana?”

Politisi PDI Perjuangan ini mempertanyakan efektivitas kerja di IKN jika infrastruktur pendukung kementerian belum sepenuhnya terintegrasi. Menurutnya, mustahil bagi komisi-komisi di DPR untuk bekerja sendirian di sana.

“Kalau DPR harus ikut berkantor di sana, kenapa tidak? Persoalannya, DPR bekerja dengan mitra eksekutif. Jika mitranya tidak ada, di sana itu mau ngapain?” cetus Deddy saat dihubungi, Jumat (10/4).

Ia mencontohkan, jika Komisi II pindah, maka instansi seperti Kemendagri, Kemenpan-RB, hingga KPU dan Bawaslu juga harus wajib “nongkrong” di IKN.

Soroti Kesiapan Infrastruktur

Deddy juga melontarkan kritik menohok terkait progres pembangunan di lapangan. Ia menyebut gedung untuk sektor eksekutif memang sudah siap, namun fasilitas untuk legislatif dan yudikatif masih dalam proses.

  • Pesan untuk Wapres: Gibran diminta fokus mengajak kementerian/lembaga (K/L) relevan terlebih dahulu.
  • Sentilan Keras: “Ke sana itu buat kerja, bukan menyepi,” tambahnya.
  • Isu Pemborosan: Deddy mendesak agar gedung eksekutif yang sudah rampung segera ditempati agar aset negara tersebut tidak mubazir.

Gibran & Basuki Sudah Beri “Lampu Hijau”

Sebelumnya, Wapres Gibran Rakabuming Raka menyatakan kesiapannya untuk mulai berkantor di IKN tahun ini. Gibran menyambut positif masukan Deddy dan berharap seluruh elemen negara—eksekutif, legislatif, dan yudikatif—bisa segera berkumpul di ibu kota politik baru tersebut pada 2028.

Senada dengan Wapres, Kepala Otoritas IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono memastikan fasilitas untuk RI-2 sudah ready to use.

“Tahun ini bisa karena gedungnya sudah jadi, furniturnya juga sudah disiapkan,” ungkap Basuki.

Kini, bola panas perpindahan ini tinggal menunggu eksekusi nyata: apakah IKN akan benar-benar menjadi pusat syaraf politik tahun ini, atau sekadar menjadi deretan gedung megah yang sepi penghuni? (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *