Subscribe

Sidak RSUD Kanujoso, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Instruksikan Antrean BPJS Segera Dibenahi!

2 minutes read

Balikpapan , nusaetamnews.com :  Pasca-libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, Rabu (25/3/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan fasilitas kesehatan (faskes) tetap prima menghadapi lonjakan pasien yang mulai memadati rumah sakit.

Gubernur menyisir titik-titik krusial, mulai dari ruang tunggu, klinik spesialis, hingga ruang rawat inap untuk memastikan warga mendapatkan pelayanan yang manusiawi.

BPJS Jadi Sorotan Utama

Salah satu poin penting yang menjadi catatan merah Gubernur adalah sistem antrean BPJS Kesehatan. Rudy mendapati adanya penumpukan pasien yang mengakibatkan waktu tunggu menjadi tidak efisien.

“Keluhan masyarakat terkait antrean BPJS masih menjadi catatan. Saya instruksikan ini segera dibenahi agar pelayanan tetap cepat dan optimal. Kenyamanan pasien adalah prioritas,” tegas Rudy Mas’ud.

Selain sistem digital, kenyamanan fisik seperti fungsi pendingin udara (AC) di ruang tunggu juga tak luput dari pemeriksaan orang nomor satu di Kaltim tersebut.

Pasien Melonjak hingga 40 Persen

Plt Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Ahmad Jais, mengungkapkan bahwa lonjakan pasien pasca-Lebaran tahun ini mencapai angka yang cukup signifikan.

  • Persentase Kenaikan: 30 hingga 40 persen.
  • Layanan Paling Padat: Rawat jalan dan rujukan.
  • Status Layanan: Tetap berjalan sesuai jadwal berkat kesiagaan tim dokter spesialis di setiap lini, termasuk Klinik Onkologi.

Ambisi Jadi RS Jantung Tipe A

Menyadari bahwa penyakit jantung merupakan kasus tertinggi di Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud juga memantau progres Gedung Jantung Terpadu. Fasilitas dengan kapasitas 100 tempat tidur ini dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir April 2026.

Targetnya tidak main-main: RSUD Kanujoso didorong menjadi rumah sakit jantung Tipe A. Untuk mendukung ambisi tersebut, Pemprov Kaltim akan melakukan akselerasi penguatan SDM.

“Kami akan mengevaluasi kebutuhan dokter spesialis jantung, termasuk mereka yang sedang tugas belajar. Penambahan tenaga medis ini sangat mendesak demi pelayanan yang merata,” pungkas Rudy. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *