Subscribe

Siasat Energi Nasional: RI Teken Deal Impor Energi AS Senilai Rp253,3 Triliun

2 minutes read

WASHINGTON D.C, nusaetamnews.com : Indonesia resmi mengunci kesepakatan dagang energi raksasa dengan Amerika Serikat senilai 15 miliar dolar AS atau setara Rp253,3 triliun. Langkah ini diambil pemerintah untuk menutup celah (gap) kebutuhan energi nasional di tengah tren penurunan produksi migas domestik secara alami (natural decline).

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa skema impor dari Negeri Paman Sam ini merupakan “jembatan” krusial menuju target kemandirian energi jangka panjang.

“Untuk memenuhi kebutuhan saat ini, kita memang masih butuh impor. Kerja sama ini adalah solusi strategis sambil kita terus genjot produksi lifting migas di dalam negeri,” ujar Simon dalam konferensi pers virtual dari Washington D.C., Jumat (20/2).

Bukan Tambah Volume, Tapi “Geser” Kuota

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, meluruskan spekulasi terkait angka fantastis tersebut. Ia menegaskan bahwa kesepakatan ini tidak menambah total volume impor BBM Indonesia secara keseluruhan, melainkan hanya melakukan realokasi.

“Neraca pembelian BBM kita dari luar negeri tetap sama. Kita hanya menggeser sebagian kuota impor yang sebelumnya dari Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika ke Amerika Serikat,” jelas Bahlil.

Rincian “Belanja” Energi RI dari AS:

Berdasarkan perjanjian tarif resiprokal yang diteken Kamis (19/2), berikut adalah alokasi dana Rp253,3 triliun tersebut:

  • Bensin Hasil Kilang: 7 miliar dolar AS (Rp118,2 triliun)
  • Minyak Mentah: 4,5 miliar dolar AS (Rp76,0 triliun)
  • LPG: 3,5 miliar dolar AS (Rp59,1 triliun)

Gandeng Raksasa Global & Transfer Teknologi

Tak sekadar jual-beli komoditas, Pertamina juga memperluas jaringan kolaborasi dengan perusahaan kakap dunia seperti ExxonMobil, Chevron, hingga Halliburton. Fokusnya bukan cuma soal pasokan, tapi juga menyasar aspek teknis:

  • Oil Field Recovery: Mengoptimalkan sumur-sumur minyak lama agar kembali produktif.
  • Transfer Teknologi: Adopsi best global practices di industri migas.
  • Peningkatan SDM: Memastikan tenaga kerja lokal mampu menguasai teknologi terbaru.

“Kami juga masih membuka pintu bagi calon-calon mitra strategis lainnya dari Amerika Serikat untuk memperkuat ketahanan energi kita,” tutup Simon. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *