Subscribe

Sepanjang 2025, Kaltim Dihantam 800+ Bencana: Samarinda Jadi Titik Paling “Rawan”

2 minutes read

SAMARINDA, nusetsmnews.com : Tahun 2025 ternyata jadi periode yang cukup berat buat Kalimantan Timur (Kaltim) urusan bencana alam. Data terbaru dari BPBD Kaltim mencatat ada 40.180 rumah rusak akibat berbagai insiden sepanjang tahun lalu. Angka ini jadi pengingat keras kalau mitigasi bencana nggak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Kepala BPBD Kaltim, Buyung Budi Purnomo, menyebut fenomena ini didominasi oleh duet maut: bencana hidrometeorologi (kayak banjir dan longsor) serta kebakaran pemukiman.

Samarinda dalam “Zona Merah”

Kalau bicara wilayah paling terdampak, Kota Samarinda masih memegang rekor tertinggi. Dari total kejadian di provinsi, sekitar 27% atau 232 insiden terjadi di Ibu Kota Kaltim ini.

Yang cukup ngeri, ada 114 kejadian tanah longsor yang mayoritas mengincar area perbukitan padat penduduk. Bayangkan, rumah-rumah di lereng sekarang punya risiko tinggi kalau cuaca lagi nggak bersahabat.

📉 Rincian Kerugian & Dampak Sosial

Bencana bukan cuma soal angka di atas kertas, tapi soal mata pencaharian dan nyawa:

  • Ekonomi Lumpuh: 132 kios/ruko hancur, bikin ekonomi warga lokal terpukul.
  • Fasilitas Publik: 59 sekolah rusak dan 23,46 km jalanan terdampak—bikin akses pendidikan dan mobilitas jadi terhambat.
  • Total Kerugian: Pusdalops BPBD menghitung kerugian materiil mencapai Rp40,79 miliar.
  • Korban Jiwa: Paling menyedihkan, tercatat 79 orang meninggal dunia dan 22 orang masih dinyatakan hilang.

Fun Fact (tapi serem): Bulan April 2025 adalah puncak “chaos” dengan 148 insiden cuma dalam waktu 30 hari. Stay safe, guys!

Warning: Cek Kabel di Rumah!

Selain banjir (268 kasus), kebakaran pemukiman nempati posisi kedua dengan 259 kejadian. Pak Buyung ngasih reminder penting buat kita semua: perhatikan instalasi listrik rumah! Korsleting sering banget jadi biang kerok kebakaran yang menghanguskan pemukiman padat.

Apa Langkah Selanjutnya?

BPBD Kaltim nggak tinggal diam. Saat ini, fokus utama mereka adalah:

  1. Re-mapping zona rawan longsor dan banjir, terutama di Samarinda dan Balikpapan.
  2. Evaluasi Sistem: Perbaikan sistem drainase perkotaan biar nggak langganan banjir tiap hujan deras.
  3. Koordinasi Lintas Sektor: Mengingat ada 162.913 warga yang terdampak, penanganan pascabencana bakal diperketat.( Ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *