Sekolah Rakyat: Fasilitas Bintang Lima, Seleksi Tanpa Drama Akademik!
Samarinda, nusaetamnews.com : Lupakan sistem ranking atau tes masuk yang bikin stres. Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, baru saja kasih bocoran kalau Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk memutus rantai kemiskinan dengan cara yang paling fair.
Gimana Cara Masuknya?
Nggak ada seleksi nilai rapor atau IQ. Kemensos pakai sistem “Cek Ombak” di Lapangan:
- Data Valid: Calon siswa diambil dari keluarga miskin (Desil 1 dan 2) di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
- Verifikasi Langsung: Tim bakal terjun ke lapangan buat memastikan calon siswa memang layak dibantu.
- No Titip-Titipan: Wamen menegaskan, pejabat sampai menteri nggak boleh “nitip” murid. Semua harus sesuai prosedur biar nggak ada nepotisme.
“Pokoknya ini orang miskin. Kalau mereka sakit, Kemensos obati dulu, kalau sudah sembuh baru masukkan ke Sekolah Rakyat,” – Agus Jabo Priyono, Wamensos.
Fasilitasnya? Sultan Banget!
Walaupun namanya “Sekolah Rakyat”, fasilitas yang didapat siswa justru kelas atas. Sekolah ini berbasis asrama (boarding school) untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
- Makan Enak: 3x sehari dengan menu bergizi.
- Outfit Lengkap: Tiap siswa dapat 8 setel seragam.
- Tech-Friendly: Dikasih fasilitas laptop buat belajar.
- Sarana Oke: Ada lapangan olahraga, perpustakaan keren, dan ruang kelas yang nyaman.
Lulus Terus Kemana? Tenang, Ada “Jalur Orang Dalam” (Legal!)
Kemensos nggak cuma kasih sekolah, tapi juga “jembatan” buat masa depan:
- Mau Kuliah? Ada kerjasama dengan Kementerian Dikti Saintek.
- Mau Langsung Kerja? Sudah ada link and match dengan Kemnaker dan BP2MI.
- Goal-nya: Lulusan bisa langsung mandiri dan mengangkat derajat ekonomi orang tuanya (graduasi).
Target & Perkembangan Saat Ini
Saat ini, proyek rintisan sudah berjalan masif:
- 166 Titik Rintisan: Menampung 15.954 siswa.
- Target 2026: Pembangunan Sekolah Rakyat permanen di 104 titik ditargetkan beroperasi penuh.
- Lokal Pride: Kalau sekolahnya di Brebes, maka siswa, guru, sampai kepala sekolahnya harus orang asli Brebes. Support local talent!
Kenapa Ini Keren?
- Inklusif: Fokus ke anak-anak prasejahtera yang selama ini sulit akses pendidikan berkualitas.
- Holistik: Diurusin dari sehatnya, sekolahnya, sampai kerjanya.
- Transparan: Seleksi berbasis data kemiskinan, bukan kedekatan kekuasaan. (ant/one)