Sejarah Baru! IKN Jadi Titik Pantau Hilal Ramadhan 1447 H, Puasa Mulai Besok atau Lusa?
Samarinda, nusaetamnews.com : Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi menjadi salah satu lokasi pusat pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk menentukan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Langkah ini menjadikan IKN sebagai bagian dari 133 titik pengamatan serentak di seluruh penjuru Indonesia.
Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Abdul Khaliq, mengungkapkan bahwa tim sudah bersiap di lokasi sejak Selasa (17/2) sore untuk berburu garis sabit bulan sebagai penentu dimulainya bulan suci.
Rusun ASN 1 Jadi ‘Observatorium’ Dadakan
Pemilihan lokasi di IKN tidak dilakukan sembarangan. Bekerja sama dengan Kemenag Penajam Paser Utara (PPU), tim memilih titik dengan elevasi tinggi guna mendapatkan jarak pandang cakrawala yang maksimal.
“Kami bekerja sama dengan Kemenag PPU. Kemungkinan besar pemantauan dilakukan di Rusun ASN 1 karena posisinya cukup tinggi dan jarak pandang optimal,” jelas Abdul Khaliq di Samarinda, Selasa.
Selain di IKN, pemantauan juga tetap digelar di seluruh penjuru Kaltim, termasuk di Menara Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, dengan melibatkan tim ahli dari BMKG dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Nunggu Hilal 3 Derajat: Rabu atau Kamis?
Tahun ini, penentuan awal puasa masih mengacu pada kriteria MABIMS (kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Ada dua skenario yang bakal menentukan kapan kamu mulai sahur:
- Skenario A (Puasa Rabu, 18 Februari): Jika sore ini hilal berada di ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat, maka besok pagi kita resmi berpuasa.
- Skenario B (Puasa Kamis, 19 Februari): Jika hilal tidak terlihat atau di bawah kriteria, maka bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
Seluruh hasil dari titik pantau di Kaltim akan langsung diterbangkan secara data ke Jakarta untuk menjadi bahan pertimbangan utama dalam Sidang Isbat Kementerian Agama RI.
Pesan Toleransi: ‘Keep It Chill’
Menutup keterangannya, Abdul Khaliq berpesan agar seluruh masyarakat Kalimantan Timur tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan menjaga toleransi, terlepas dari kapan pun tanggal resmi puasa dimulai.
“Kami mengimbau masyarakat Kaltim untuk saling menghormati, khususnya dalam menjaga kekhusyukan ibadah puasa,” pungkasnya. (ant/one)