Sang “Penyulut Cahaya” dari Perbatasan, Bambang Arwanto dan Misi Tambang Berkeadilan
SENIN pagi (5/1/2026), saat sebagian besar pejabat teras Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkumpul di Ruang Ruhui Rahayu untuk Morning Briefing perdana tahun ini, satu kursi pimpinan OPD tampak kosong. Rupanya, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Dr. Bambang Arwanto, sedang berada di titik yang jauh dari kemewahan kota.
Bukan tanpa alasan. Di saat rekan-rekannya merapikan barisan di Samarinda, Bambang justru sedang berjibaku dengan debu dan teriknya matahari di Mahakam Ulu (Mahulu). Misinya satu: memastikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpasang sempurna di kawasan yang selama puluhan tahun hanya diterangi temaram pelita.
Gubernur Kaltim, Dr. H. Rudy Mas’ud, pun tak segan memberikan apresiasi khusus di tengah rapat. “Pak Bambang hari ini tidak di sini karena sedang memasang listrik tenaga surya di Mahulu. Kita puji dedikasinya, dia mau turun langsung ke kawasan pedalaman dan perbatasan yang memang belum teraliri listrik,” ujar Gubernur yang akrab disapa Harum itu.
Visi “Tambang untuk Rakyat”
Bambang Arwanto bukan sosok birokrat “belakang meja” biasa. Sebagai pria kelahiran Muara Komam yang memiliki darah bangsawan dari tiga kerajaan (Paser, Kutai, dan Wajo), Bambang membawa marwah kepemimpinan yang berakar pada kesejahteraan rakyat.
Bagi Bambang, jargon “Tambang untuk Rakyat” bukan sekadar jualan politik. Ia adalah salah satu tokoh yang paling vokal menyuarakan agar sektor ekstraktif di Kaltim memberikan dampak nyata, bukan justru menyengsarakan masyarakat di sekitar lubang tambang.
“Tambang harus jadi berkah, bukan kutukan,” ungkapnya dalam berbagai kesempatan. Salah satu langkah konkretnya adalah kegigihannya mengusulkan kenaikan biaya Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) menjadi Rp 5.000 per ton. Meski Gubernur Rudy Mas’ud mengingatkan bahwa hal tersebut adalah ranah kebijakan yang kompleks, keberanian Bambang mengusulkan angka tersebut menunjukkan di mana keberpihakannya berada.
Strategi “Jelajah Energi”

Di bawah komandonya, Dinas ESDM Kaltim memperkenalkan program “Jelajah Energi”. Ini bukan sekadar perjalanan dinas biasa, melainkan aksi monitoring dan evaluasi (monev) langsung ke lapangan untuk meninjau:
- Penyelesaian PLTS Komunal: Fokus pada desa-desa mandiri energi di pelosok.
- Pengembangan Biogas: Memanfaatkan potensi limbah untuk energi alternatif.
- Infrastruktur SUTR & SUTM: Memastikan jaringan listrik masuk hingga ke “urat nadi” perkampungan.
Lulusan Doktor Ilmu Administrasi Publik UGM ini paham betul bahwa data di atas kertas seringkali berbeda dengan realitas di lapangan. Dengan keahliannya di bidang Digital Leadership (lulusan Cornell University, USA), Bambang memadukan teknologi—seperti penggunaan drone untuk pemetaan—dengan pendekatan humanis kepada masyarakat adat.
Sang Inovator yang Rendah Hati
Bambang adalah kolektor penghargaan. Mulai dari Satya Lencana hingga pengakuan dari Kemenpan-RB atas inovasi pelayanan publik. Namun, bagi pria yang juga aktif sebagai pengajar pascasarjana ini, penghargaan tertinggi adalah saat melihat anak-anak di perbatasan Mahulu bisa belajar di malam hari berkat cahaya lampu listrik.
“Ritme kerja kita harus cepat. Seperti pesan Pak Gubernur, jangan lelet. Kita punya target di triwulan pertama dan kedua untuk percepatan,” tutur Bambang lewat sambungan telepon saat berada di lapangan.
Kaltim di tahun 2026 memang butuh sosok seperti Bambang Arwanto. Seorang “teknokrat-bangsawan” yang tidak takut kotor turun ke pedalaman, yang getol memperjuangkan hak rakyat di tengah riuhnya industri pertambangan, dan yang percaya bahwa energi adalah hak dasar setiap anak bangsa, bahkan mereka yang tinggal di garis perbatasan paling ujung. (one)
Biodata Singkat
- Nama: Dr. H. Bambang Arwanto, AP., M.Si
- Tempat Lahir: Muara Komam, 11 Januari 1974
- Jabatan: Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur
- Pendidikan Terakhir: S3 Ilmu Administrasi Publik (UGM Yogyakarta)
- Gelar Bangsawan:
- Kakah Demong Nata Kusuma Diningrat (Kesultanan Paser)
- Mas Nata Wijaya (Kesultanan Kutai)
- La Patau Daeng Mabela (Bangsawan Wajo)
Misi Utama: Mewujudkan keadilan energi dan tambang yang mensejahterakan rakyat melalui program Jelajah Energi dan pemenuhan layanan dasar listrik di pelosok Kaltim.