Subscribe

Safari Ramadan ke Kutai Timur, Gubernur Kaltim Ketemu Banyak Titik Longsor

2 minutes read

Safari Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud untuk turun langsung ke lapangan. Selasa, 24 Februari 2026, ia menempuh jalur pesisir menuju Kabupaten Kutai Timur, bukan sekadar agenda seremonial, tapi sekaligus inspeksi infrastruktur yang menjadi urat nadi ekonomi kawasan timur Kaltim.

Rombongan bergerak dari Kecamatan Anggana, Muara Badak, hingga Marangkayu di Kabupaten Kutai Kartanegara, lalu menyisir Sekambing dan Bontang Lestari di Kota Bontang. Di ruas-ruas ini, sejumlah proyek jalan yang dibiayai APBD Provinsi Kaltim tengah berjalan. Gubernur memastikan progresnya sesuai rencana.

Perjalanan dilanjutkan ke ruas Bontang–Sangatta dan Sangatta–Kaubun. Namun saat melintasi jalur Sangatta–Simpang Perdau–Bengalon, rombongan mendapati beberapa titik longsor dan titik rawan longsor di jalan nasional tersebut.

“Biro Adbang, tolong didata dan didokumentasikan. Segera laporkan ke BBPJN agar cepat ditangani,” tegas Rudy di lokasi.

Ia mengingatkan, keterlambatan penanganan bisa berujung fatal. Jalur ini bukan sekadar penghubung antarkecamatan, melainkan akses vital menuju Bengalon, Kaubun, Sangkulirang, hingga Talisayan dan Biduk-Biduk di Berau. Jika terputus, distribusi bahan pokok, angkutan barang, dan mobilitas warga akan terganggu.

“Beberapa titik hampir putus. Semua yang berpotensi longsor di jalur Sangatta–Bengalon harus segera dilaporkan,” desaknya lagi.

Salah satu jalur putus di ruas jalan Sangatta -Simpang Perdau, Kutai Timur.

Rudy juga menyatakan akan menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo yang dijadwalkan berkunjung ke Kaltim dalam waktu dekat.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Adbang) Setdaprov Kaltim Irhamsyah menyebut sebagian titik longsor akan diperbaiki oleh perusahaan tambang PT Kaltim Prima Coal, sementara sisanya akan ditangani Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

Siang harinya, agenda berlanjut ke kunjungan tambang PT Ganda Alam Makmur (GAM) serta peresmian Jembatan Nibung. Jembatan ini menghubungkan Kampung Kadungan Jaya di Kaubun dengan Kampung Pelawan di Sangkulirang, membuka akses darat antara Kutai Timur dan Berau tanpa lagi bergantung pada penyeberangan feri.

Safari Ramadan kali ini bukan hanya soal ibadah dan silaturahmi. Di jalur pesisir yang panjang dan rawan itu, pesan yang ingin ditegaskan sederhana: jalan harus aman, konektivitas tak boleh terputus. Sebab di sanalah denyut ekonomi dan kehidupan warga bertumpu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *