Subscribe

S.O.S Pesut Mahakam: Tersisa 66 Ekor, KLH dan Pemkab Kukar ‘All In’ Jaga Mamalia Langka Ini!

2 minutes read

Tenggarong, nusaetamnews.com :  Kabar dari jantung Sungai Mahakam ini jadi pengingat keras buat kita semua. Populasi Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) saat ini berada di titik kritis. Tercatat, hanya tinggal 66 ekor saja yang bertahan hidup di kawasan perairan Kutai Kartanegara (Kukar).

Melihat angka yang mengkhawatirkan ini, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bareng Pemkab Kukar resmi memperkuat sinergi buat memastikan fauna langka ini nggak cuma bertahan, tapi juga bisa berkembang biak lagi.

Desa Muhuran & Sabintulung Jadi ‘Safe Zone’ Baru

Sabtu (7/2/2026) lalu, Deputi Bidang PPKL KLH, Rasio Ridho Sani, langsung turun ke lapangan. Misinya jelas: menetapkan Desa Muhuran (Kota Bangun) dan Desa Sabintulung (Muara Kaman) sebagai Desa Konservasi Pesut Mahakam.

Kedua desa ini menyusul Desa Pela yang sudah lebih dulu jadi pionir zona perlindungan pesut. Penetapan ini jadi pesan tegas: Sungai Mahakam bukan tempat eksploitasi tanpa batas!

“Pesut Mahakam bukan cuma satwa dilindungi, tapi indikator kesehatan sungai kita. Kalau mereka punah, artinya ekosistem kita dalam masalah besar,” tegas Rasio Ridho Sani.

Apa yang Berubah?

Asisten II Setkab Kukar, Ahyani Padianur Diani, mengajak warga di sepanjang aliran sungai untuk mulai mengubah gaya hidup:

  • Stop Alat Tangkap Rusak: Kurangi penggunaan alat tangkap ikan yang bisa melukai atau menjebak pesut.
  • Perang Lawan Sampah: Menjaga kebersihan perairan sungai dari polusi plastik.
  • Wisata Berbasis Konservasi: Mengembangkan potensi wisata yang edukatif, bukan yang mengganggu habitat.

“Sungai Mahakam adalah ekosistem hidup yang harus dijaga bareng-bareng. Aktivitas transportasi, tambang, hingga kebun di sekitar sungai harus dikelola secara bertanggung jawab,” tambah Ahyani.

Kenapa Kita Harus Peduli?

Pesut Mahakam adalah satu-satunya lumba-lumba air tawar yang dimiliki Indonesia. Kehilangan mereka berarti kehilangan identitas alam Kalimantan Timur yang tak tergantikan. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *