Subscribe

Rupiah Nyaris Tembus 17.000, Menkeu: “Jangan Panik, Fundamental Kita Masih Solid!”

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Tekanan terhadap Rupiah belakangan ini bikin publik ketar-ketir. Mata uang Garuda sempat loyo hingga menyentuh level Rp16.945 per dolar AS pada Selasa (20/1), alias hampir menembus angka psikologis Rp17.000.

Muncul spekulasi kalau drama pergantian Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI)—termasuk masuknya nama Wamenkeu Thomas Djiwandono dalam bursa calon—jadi biang keroknya. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung menepis kabar burung tersebut.

“Bukan Gara-gara Bursa Deputi BI”

Menkeu Purbaya menegaskan kalau pelemahan Rupiah sudah terjadi jauh sebelum isu pergantian jabatan di BI mencuat ke publik. Jadi, mengaitkan volatilitas pasar dengan urusan kursi jabatan dianggap kurang tepat.

“Rupiah melemah sebelum Pak Thomas ditunjuk (sebagai calon), jadi itu bukan isunya. Ada faktor lain yang lebih berpengaruh,” tegas Menkeu di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Kenapa Rupiah Bisa “Bonyok”?

Gubernur BI, Perry Warjiyo, ikut buka suara. Ternyata ada perpaduan “badai” dari luar dan dalam negeri:

  • Sentimen Global: Geopolitik panas, kebijakan tarif baru Amerika Serikat, hingga imbal hasil obligasi AS yang tinggi.
  • Domestik: Banyak perusahaan butuh dolar dalam jumlah gede, plus persepsi pasar soal kondisi fiskal kita.

Kabar Baiknya: Sudah Mulai “Rebound”

Meski sempat menyentuh level terendah sepanjang masa (all-time low), per Kamis (22/1) pagi, Rupiah mulai menunjukkan tanda-tanda perlawanan dan menguat tipis ke level Rp16.929 per dolar AS.

Pemerintah dan BI memastikan mereka nggak tinggal diam. Beberapa langkah “penyelamatan” sudah disiapkan:

  1. Intervensi Jumbo: BI siap “guyur” pasar (intervensi) di pasar spot maupun NDF untuk stabilisasi.
  2. Cadev Aman: Cadangan devisa kita diklaim lebih dari cukup untuk menjaga otot Rupiah.
  3. Kebijakan Sinkron: Kemenkeu dan BI satu suara untuk menjaga stabilitas biar investor nggak kabur.

“Nggak perlu khawatir Rupiah bakal picu krisis. Ekonomi kita akan makin cepat, investor bakal masuk, dan pasar modal pun akan menguat lagi,” pungkas Purbaya optimistis. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *