Subscribe

Rupiah Menguat Tipis: Tersengat Isu China “Buang” Obligasi AS

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Nilai tukar Rupiah memulai langkah di zona hijau pada pembukaan perdagangan Selasa pagi. Mata uang Garuda tercatat menguat tipis 6 poin (0,04%) ke level Rp16.799 per dolar AS, sedikit lebih bertenaga dibandingkan penutupan sebelumnya di angka Rp16.805.

Penguatan ini ternyata bukan tanpa alasan. Ada sentimen global dari Negeri Tirai Bambu yang ikut bermain.

Efek Domino Kebijakan China

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebutkan bahwa melemahnya Dolar AS dipicu oleh langkah pemerintah China yang menyarankan lembaga keuangannya untuk mulai mengurangi kepemilikan obligasi Amerika Serikat (AS).

“Pemerintah China sebenarnya sudah bertahun-tahun perlahan melepas obligasi AS, dan sekarang mereka ingin institusi keuangan di sana melakukan hal serupa,” ujar Lukman kepada ANTARA, Selasa.

Ada dua alasan utama di balik aksi “buang” aset AS ini:

  1. Krisis Kepercayaan: Menurunnya rasa percaya terhadap aset-aset berdenominasi Dolar.
  2. Hubungan Dingin: Tensi geopolitik antara China dan AS yang belum juga mencair.

Ritel Indonesia Jadi Penahan Laju

Meski ada angin segar dari global, penguatan Rupiah diprediksi nggak bakal “gaspol”. Para investor terpantau masih bersikap wait and see menantikan rilis data penjualan ritel Indonesia periode Desember 2025.

Data tersebut diperkirakan sedikit melambat di angka 5,5%, turun tipis dibanding capaian bulan sebelumnya yang menyentuh 6,3%. Kondisi ini bikin pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi.

Proyeksi Hari Ini

Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, nilai tukar Rupiah hari ini diprediksi bakal bermain di rentang Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *