Rudy Mas’ud: Ramadan Bukan Alasan Kinerja Kendor
SAMARINDA — Bulan suci Ramadan baru saja dimulai. Suasana khidmat terasa di Masjid Nurul Mukminin, kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jumat pagi, 20 Februari 2026. Namun pesan yang disampaikan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, tidak melulu soal ibadah. Ia berbicara tegas tentang kerja.
Di hadapan jajaran perangkat daerah saat Safari Ramadan dan Salat Subuh Berjemaah, Rudy Mas’ud mengingatkan agar puasa tidak dijadikan alasan menurunnya produktivitas.
Ramadan, menurutnya, justru harus menjadi momentum memperkuat disiplin dan etos kerja.
“Ramadan bukan hanya meningkatkan iman dan takwa, tapi juga melatih kita berdisiplin. Jangan sampai puasa mengganggu aktivitas dan produktivitas kerja kita,” ujarnya.
Ia mengawali pesannya dengan rasa syukur karena masih diberi umur panjang untuk kembali bertemu bulan penuh berkah. Tetapi, kata dia, syukur tidak cukup berhenti pada ucapan. Harus ada wujud konkret dalam bentuk kerja nyata dan pelayanan yang tetap maksimal.
Ketua DPD Partai Golkar Kaltim itu menyebut nilai utama Ramadan terletak pada pembentukan karakter. Puasa melatih ketepatan waktu, tanggung jawab, serta pengendalian diri. Ada aturan jelas kapan harus berhenti makan dan kapan boleh berbuka. Semua terukur. Semua disiplin.
Logika itu, menurutnya, seharusnya tercermin pula dalam pekerjaan. Target yang sudah ditetapkan tidak boleh bergeser hanya karena jam kerja berubah atau energi terasa berbeda.
“Target-target yang sudah ditetapkan harus dilaksanakan. Produktivitas tidak boleh kendor, target jangan sampai molor,” tegasnya.
Ia menekankan, ujian aparatur pemerintah bukan sekadar menahan lapar dan haus. Yang lebih berat adalah menjaga komitmen terhadap pelayanan publik. Dalam kondisi berpuasa, integritas dan profesionalisme justru diuji.
Rudy juga menolak anggapan bahwa spiritualitas dan produktivitas adalah dua hal yang saling bertentangan.
Baginya, keduanya bisa berjalan beriringan. Ramadan adalah ruang untuk membangun keseimbangan antara ibadah pribadi dan tanggung jawab jabatan, antara kedisiplinan diri dan amanah kepada masyarakat.
Karena itu, ia berharap seluruh perangkat daerah tetap fokus mengejar program dan capaian yang telah direncanakan. Tidak ada alasan untuk menurunkan standar kerja.
“Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan. Semoga menjadi berkah dan banyak kebaikan bagi kita,” tutupnya.