Reality Check! Kenapa Gen Z Kaltim Masih Sulit Tembus Dunia Industri? Ini Kata Disnakertrans
Samarinda, nusaetamnews.com : Punya skill oke ternyata belum cukup buat naklukin dunia kerja tahun 2026. Kepala Disnakertrans Kaltim, Rozani Erawadi, baru saja mengungkap “rapor merah” tenaga kerja muda lokal yang bikin mereka sulit bersaing di pasar industri.
Bukan cuma soal teknis, masalah utamanya ternyata ada di mentalitas dan kondisi kesehatan.
Masalah Mental: Gampang Burnout & Resign
Rozani menyoroti fenomena pekerja muda yang sering banget pundung alias mudah mengundurkan diri begitu merasa nggak nyaman. Padahal, peluang naik jabatan sudah di depan mata.
- Titik Lemah: Soft skill dan etos kerja masih rendah.
- Problem: Sulit beradaptasi dengan target tinggi yang diminta dunia usaha.
Isu Kesehatan: Usia Muda, Tapi Penyakit “Lansia”
Ini yang paling mengejutkan. Banyak HRD di perusahaan Kaltim curhat kalau pelamar sering gagal di tahap medical check-up.
- Temuan: Banyak anak muda sudah kena penyakit degeneratif (yang harusnya buat usia lanjut) hingga indikasi penyakit menular seperti TBC.
- Pesan Rozani: Pelatihan vokasi di BLKI Balikpapan dan Bontang bakal sia-sia kalau pola hidup calon pekerjanya nggak sehat.
Job Opportunities: Lokal vs Internasional
Meskipun peminat magang nasional melonjak drastis sampai 500 persen, Rozani menyayangkan minimnya nyali warga Kaltim buat go international. Peluang kerja ke Jepang, Korea, hingga Eropa masih sepi peminat, padahal kuotanya terbuka lebar.
“Hingga periode 2024-2025, kita sudah melatih sekitar 2.000 orang lewat pelatihan berbasis kompetensi. Tapi ya itu, kesiapan fisik dan mental yang tangguh tetap jadi kunci utamanya,” tegas Rozani. (ant/one)