Subscribe

Ramadhan & Lebaran Bentar Lagi! Harga Pangan Bakal “Drama” Gak Sih? Ini Kata Indef

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Setiap mau masuk bulan puasa, harga pangan biasanya suka “adu mekanik” alias naik drastis. Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, baru saja kasih bocoran soal cara ngerem kenaikan harga ini biar nggak bikin kantong jebol.

Menurut Esther, kuncinya cuma dua: Lancar di distribusi dan Melimpah di suplai.

Kenapa Harga Pangan Hobi Naik Pas Lebaran?

Ada dua faktor utama yang bikin harga jadi nggak santai:

  1. Demand Naik: Semua orang belanja lebih banyak buat stok puasa dan sajian hari raya.
  2. Suplai Stuck: Kapasitas produksi pangan domestik kita cenderung segitu-gitu aja, nggak sebanding sama permintaan yang tiba-tiba melonjak.

HET: Solusi atau Masalah Baru?

Esther juga menyoroti soal Harga Eceran Tertinggi (HET). Ternyata, kebijakan ini sering dianggap reaktif. Kalau HET dipatok jauh di bawah harga pasar, pedagang justru malas jualan dan barangnya malah bisa “gaib” alias hilang dari pasar.

“HET seharusnya fleksibel, ikutin variasi musiman kayak Ramadhan atau Natal,” jelasnya.

Dampaknya Ngeri-Ngeri Sedap

Buat masyarakat berpendapatan rendah, kenaikan harga ini big deal banget. Kenapa? Karena 40-50% pendapatan mereka habis cuma buat makan. Kalau harga naik, daya beli mereka otomatis terjun bebas.

3 “Monster” yang Harus Diwaspadai ke Depan:

Selain faktor musiman, ada tiga hal yang wajib dipantau pemerintah biar inflasi nggak meledak:

  • Geopolitik: Konflik dunia bikin harga energi dan barang impor (gandum, kedelai, bawang putih) jadi mahal.
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Lonjakan permintaan dari program ini perlu dikelola biar nggak bikin stok pasar rebutan.
  • Cuaca Ekstrem: Gagal panen bisa bikin stok pangan di pasar makin tipis.

Terus, Solusinya Apa?

Esther nyaranin tindakan preventif kayak gaspol program swasembada pangan, benerin infrastruktur biar ongkos logistik murah, sampai evaluasi program MBG biar lebih fokus ke daerah yang angka stunting-nya tinggi. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *