Ramadan di IKN: Menag Nasaruddin Umar ‘Spill’ Proyek Masjid Kembar Istiqlal-Nusantara & Beasiswa Ulama
Nusantara, nusaetamnews.com : Suasana Ramadan di Ibu Kota Nusantara (IKN) terasa semakin “level up”. Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melaksanakan salat Tarawih berjamaah bareng ribuan warga di Masjid Negara IKN pada Jumat malam (20/2).
Bukan sekadar salat bareng, momen 2 Ramadan 1447 H ini jadi ajang “launching” visi besar IKN sebagai pusat peradaban baru dunia Islam yang modern dan toleran.
The Twins: Koneksi Masjid Istiqlal x Masjid Negara IKN
Salah satu terobosan keren yang dibocorkan Menag adalah konsep “Masjid Kembar”. Nantinya, Masjid Istiqlal Jakarta dan Masjid Negara IKN akan terkoneksi secara digital.
“Ilmu apa pun yang ada di Istiqlal akan terhubung ke sini. Kalau saya ceramah di IKN, di Istiqlal nonton via zoom, begitu juga sebaliknya. Program kajiannya bakal live dan bergantian,” jelas Nasaruddin.
Beasiswa LPDP buat Kader Ulama Kaltim
Kabar gembira buat anak muda di Kalimantan Timur! Kemenag bakal menyiapkan program Pendidikan Kader Ulama di IKN. Gak tanggung-tanggung, pendanaannya diusahakan lewat beasiswa LPDP.
“Indonesia bagian timur pusatnya di sini (IKN), bagian barat di Istiqlal. Pembinaannya dikelola Universitas PTIQ Jakarta. Kita ingin IKN jadi pusat peradaban baru yang mempertontonkan toleransi beragama dalam satu kawasan,” tambahnya.
Rezeki Lahir Batin: 2 Ton Kurma & Al-Qur’an
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut hangat kehadiran Menag yang memboyong “oleh-oleh” spesial untuk masyarakat Nusantara.
- Rezeki Lahir: Bantuan 2 ton kurma untuk pemangku kepentingan di IKN.
- Rezeki Batin: Penyerahan mushaf Al-Qur’an dari DWP Otorita IKN dan Kemenag.
“Tadi pagi saya baru bahas soal rezeki lahir dan batin, ternyata langsung dijawab Allah lewat Pak Menag. Beliau bawa kurma dan Al-Qur’an,” ujar Basuki sambil melempar apresiasi.
Jejak Hijau di Jantung Nusantara
Sebelum tarawih, Menag juga menyempatkan diri melakukan aksi nyata peduli lingkungan dengan menanam pohon di area depan masjid. Aksi ini menjadi simbol bahwa pembangunan spiritual di IKN harus berjalan beriringan dengan kelestarian alam (konservasi).
Rangkaian agenda ini ditutup dengan kunjungan ke Istana Negara, menegaskan bahwa Ramadan di IKN adalah momentum untuk “naik kelas” dalam keikhlasan dan pengabdian. (ant/one)