Subscribe

Ramadan Belum Mulai Harga Sudah “Gaspol”, Kemendagri ke Pemda: Jangan Pakai Ukuran Badan Sendiri!

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com :  Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, memberikan peringatan keras kepada seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) di Indonesia. Pasalnya, meski bulan suci Ramadan belum resmi dimulai, gejolak harga bahan pokok sudah mulai meresahkan warga.

Tomsi meminta para kepala daerah dan jajarannya untuk berhenti sekadar “rapat” dan mulai turun langsung ke lapangan begitu harga naik di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Begitu ada kenaikan di atas harga eceran tertinggi, segera dalami, kenapa naik. Jangan tunggu jadi lonjakan besar,” tegas Tomsi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Sentilan untuk Pemda: “Jangan Pakai Standar Kantong Sendiri”

Salah satu poin paling tajam yang disampaikan Tomsi adalah soal empati aparatur sipil negara. Ia mengingatkan pejabat daerah agar tidak meremehkan kenaikan harga yang terlihat “kecil” di mata mereka, namun sangat mencekik bagi masyarakat menengah ke bawah.

“Jangan ngukur pakai badan kita. Kalau ngukur pakai badan kita naiknya sedikit, tapi bagi masyarakat naiknya kerasa banget,” tuturnya.

Anomali di Daerah Produsen: Cabai Melimpah Tapi Mahal?

Kemendagri juga mencium adanya kejanggalan di wilayah-wilayah penghasil komoditas. Tomsi menyoroti bagaimana daerah yang seharusnya menjadi lumbung pangan justru mengalami kenaikan harga yang tidak masuk akal.

  • Fakta: Daerah penghasil cabai justru mengalami kenaikan harga.
  • Curiga: Ada penyimpangan dalam rantai pasok atau distribusi.
  • Instruksi: Satgas Pangan dan TPID wajib sidak langsung ke pasar dan jalur distribusi, bukan cuma duduk di balik meja.

Instruksi Cepat Kemendagri untuk TPID & Satgas Pangan:

Aksi Detail Tugas
Investigasi Cepat Telusuri penyebab harga di atas HET dalam hitungan jam/hari.
Audit Distribusi Khusus untuk daerah produsen, cek kenapa harga tetap mahal saat stok melimpah.
Pantau Riil Pengawasan wajib dilakukan secara fisik di pasar, bukan laporan di ruang rapat.
Proteksi Rakyat Pastikan ketersediaan stok pangan stabil hingga Idulfitri.

Tantangan Jelang Ramadan 2026

Tomsi menyebut fenomena kenaikan harga sebelum Ramadan ini sebagai tantangan serius. Ia menegaskan bahwa pengawasan harga bukan sekadar tugas rutin, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi kesejahteraan rakyat. Disiplin dan kemauan keras dari daerah menjadi kunci agar inflasi tidak menjadi “monster” yang menghancurkan daya beli masyarakat di bulan penuh berkah. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *